Jasa petani amat besar bagi makhluk di dunia ini. Petanilah yang menyediakan bahan pokok berupa pangan bagi masyarakat. Namun sayangnya penghargaan pemerintah untuk petani masih sangat kurang. Banyak lahan mereka yang digusur karena kepentingan industri, tak jarang hasil pertanian mereka pun dimonopoli oleh para pengusaha rakus yang sayangnya kerap dibeking aparat.

Pekerjaan sampingan Joni ialah menjual hasil pertanian dari kampungnya ke kota. Meski gak pandai bercocok tanam, Seringkali Joni membantu petani di desanya dalam hal penjualan. Istilahnya broker pangan kecil-kecilan. Untung gak seberapa, yang penting halal dan bermanfaat untuk manusia di sekitarnya.











Joni bertemu dengan tiga orang yang ia anggap berilmu, baik dalam bidang agama maupun filsafat, namun ada perbedaan di antara ketiganya....








Tingkatan pertama akan menjadikan seseorang itu sombong, sementara yang kedua akan menjadikan seseorang itu tawadhu, rendah hati dengan sikap semakin berilmu semakin merunduk (ilmu padi).
Sementara orang berilmu yang ke tiga akan menjadikan dirinya menjadi tidak tahu apa-apa, dirinya merasa bodoh. Dirinya tiada puas dalam menuntut ilmu, semakin digali ilmuNya maka semakin nampaklah kebodohan dirinya dihadapan Allah SWT.
Orang yang berilmu yang ketiga, dia menyadari ilmu yang diberikan adalah hanya setetes dari lautan samudera. Walaupun setetes dia sudah sangat bersyukur karena dapat merasakan buah atau makrifat / kelezatan ilmuNya.
sumber > perkarahati


Bung Karno yang mantan presiden itu berkali kali masuk keluar penjara, pernah juga diculik gerombolan pemuda. Apa doi khawatir keselamatan dirinya? Soedirman yang panglima besar tentara Indonesia itu pernah jadi buronan nomor wahid. Beliau rela bergerilya, keluar masuk hutan, apa doi khawatir akan keselamatan dirinya?  

"Dimas di sini saja, bersama kami," kata Soekarno yang memanggil Soedirman dengan nama panggilan sesaat sebelum sang jenderal memutuskan untuk bergerilya.

"Tidak bisa, saya ini tentara..." ujar Panglima Besar yang tetap bertekad melindungi negara meski badannya ringkih karena paru-parunya tersisa satu akibat tuberkolusis.

Apa doi khawatir akan kesehatan dirinya? Paru-parunya tinggal satu loh bor!!!

Ada kisah yang bikin gue terharu adalah ketika di wilayah Wonosari ada penghianat yang ngasih tau ke Belanda dimana posisi Panglima Besar Berada. Sadar akan adanya penghianat, Sang Jendral Besar beri instruksi agar semua pasukannya masuk ke sebuah rumah, pakai peci, sarung, dan pernak pernik santri lainnya. Mereka pun sibuk berzikir dan ibadah lainnya.

Ketika Belanda datang, dan si penghianat menunjuk sambil berkata: "itu dia Jendral Sudirman," Walhasil Belanda gak percaya kalo itu pemimpin gerilya, buronan nomor wahid yang paling dicari. "Muke Gile, mana mungkin Jendral kayak gitu, itu kan Kyai dan para santrinya lagi ngaji!" kurang lebih begitu dah kata Si Belanda.   Si Penghianat pun ditembak mati oleh Belanda, menganggapnya memberi kesaksian palsu. Allah SWT, Tuhan YME Masih melindungi perjuangan Sang Jendral. Beliau dan pasukannya kembali meneruskan perjalanan gerilyanya.


****

Lha ini ada satu mantan presiden, mantan jendral TNI pulak, cengeng amat. Baru digituin aja mewek. Gue pikir abis nongkrong di Bonjer malam Jumat kemaren terus jadi tobat, eh, malah tambah kumat... ampun dah! Diketawain lu sama Bung Karno yang akhir hayatnya jadi tahanan rumah si Harto n Pak Dirman yang ditandu dari Jogja Pacitan PP, iya Pacitan, tanah kelahiran lu!

Gimana kalo dulu elu yang gerilya jalan kaki Jogja-Pacitan PP? gak usah ditandu dan paru-paru tinggal atu dah! Lha temen gue yang Roker-Roker itu aja pada gempor naek motor ke kawinan gue yang lokasinya persis di tempat persembunyian Jendral Besar, di Nawangan Pacitan. 😂

Atau gimana coba kalo dulu udah ada twitter, trus jendral cengeng ikut gerilya, baper, ngeluh, takut, menyek-menyek, caper kalo lagi perang? ya, keburu ketangkep Belande lah..  Batal merdeka dah negeri ini boorr...

Makin gempor dah lu jendral mewek!



ini beberapa rekaman perjalanan para Rocker ke Pacitan, lokasi persembunyian Panglima Besar Jendral Sudirman.

JANUARI adalah bulan Elvis. Pada setiap awal tahun, para penggemar Elvis di seluruh dunia merayakan hari kelahiran Sang Raja Rock & Roll, perayaan ini berpusat di Graceland, Amerika Serikat tempat dimana Elvis disemayamkan. Para penggemar Elvis di Indonesia juga tidak mau ketinggalan, di beberapa kota secara pararel, komunitas penggemar musik Rock & Roll kerap menggelar perayaan bertajuk 'Elvis Bday Bash'. Elvis lahir pada 8 Januari 1935 di Tupelo, Missisipi, Amerika Serikat.


Elvis Presley memang membawa pengaruh besar di jagat musik. Ia adalah pionir Rockabilly, sebuah jejak awal dalam musik Rock & Roll yang muncul di tahun 1950-an. Saya sendiri menyukai Elvis sejak masih kecil sekali, semua foto-foto di kaset koleksi bapak dan eyang selalu saya tatap dalam-dalam. Kesukaan pada sang idola tidak hanya saya lampiaskan di atas panggung, baik bersama band saya Kiki & The Klan, maupun tampil tunggal dengan membajak panggung pesta perkawinan, juga hajatan lainnya.

Tahun ini kecintaan pada Elvis saya tuangkan lewat komik fotokopian. Komik setebal 30 halaman ini dibuat dengan 'skill' yang pas-pasan, namun dengan 'passion' yang maksimal. Dengan menggunakan bahan dasar kertas dan spidol hitam, saya melakukan proses penyuntingan dengan menggunakan lima aplikasi di smartphone buatan Tiongkok, lalu sedikit dipoles dengan corel draw di komputer butut.



Tema cerita yang saya angkat lewat komik ini diadaptasi dari tulisan saya 'Elvis Impersonator Ada Sampai Kiamat!'. Rencananya komik ini hanya akan dicetak terbatas sekedar buat iseng-iseng aja, namun tak disangka, banyak dukungan dari kawan agar menggarapnya agak serius dikit gitu lah. Akhirnya, Komik Komuk episode Elvis Belum Mati ini diluncurkan secara resmi di Oxen Free, Jl Sosrowijayan 2 Yogyakarta. Tempat yang satu ini memang tidak asing lagi bagi komunitas Rockabilly dimanapun. Baik skena lokal, nasional, hingga band-band Rockabilly mancanegara pernah singgah di cafe yang terletak di bilangan Malioboro ini. Tidak hanya datang dari Jogja, banyak juga kawan-kawan dari kota lain yang sengaja datang untuk perhelatan ini.  baca juga: Elvis di Sosrowijayan
 



Pada Elvis Bash kali ini, Rockin Spades Rockabilly Club YK kedatangan tamu istimewa, JRX dan Adi Hydrant, dua begundal pulau Dewata ini dengan senang hati tampil akustik. Selain itu ada grup mama rock 'Lilith', merekalah representasi Riot Grrrl eh, Riot Mom di Jogja saat ini. Meski gerimis-gerimis asik, para penampil, termasuk orkes Kiki & The Klan tampil maksimal. Malam itu KKK berkolaborasi dengan Iwank (Setan Beras) yang sebelumnya dikenal sebagai personel Kornchonk Chaos dan Punkasila, dengan gitar putus satu sisa jari-jemari dan peluh mendidih JRX, Iwank juga menyedot harmonikanya di atas panggung. 
Semua larut dalam kegembiraan memperingati bulan kelahiran Raja Rock & Roll.



Selain menjual Komik Komuk, malam itu juga tersedia komik dan merchandise dari Old Skull Comic Book karya Athonk, dan Yellowteeth Comic karta Iwank (Setan Beras). Barokahnya lagi, pada malam peluncuran, dari 50 eksemplar komik komuk yang tersedia, lebih dari setengahnya terjual habis, dan sisanya sudah diborong dan dikirim untuk para penggemar Elvis di Bandung, dan Jakarta. Rata-rata mereka tidak beli satu komik, namun beberapa sekaligus, mungkin untuk suvenir di daerahnya. (Alhamdulillah). Komik Elvis Belum Mati ini bakal kembali dicetak secara terbatas. Setelah ini akan terbit episode 'Greaser Lokal'.

Untuk penjualan wilayah Jogja, 'Elvis Belum Mati' tersedia di Pure Black Tattoo Galore, alamat seperti yang tertera di foto, lokasinya dekat alun-alun selatan Yogyakarta. Sedangkan untuk pemesanan online bisa hubungi 081808902049 (WA/sms only)



Ya, Elvis memang belum mati, pengaruhnya selalu bermunculan di setiap generasi.(*)   



Pada gelaran acara Gugur Gunung, sebuah event amal yang dilakukan para musisi Jogja untuk korban bencana alam di Pidie, Aceh, saya berkesempatan ngobrol-ngobrol bareng NDX A.K.A Familia. Malam itu kebetulan mereka didaulat sebagai bintang tamu acara. Siapakah NDX? mereka adalah kelompok musik paling fenomenal saat ini. Gak tanggung-tanggung, di sepanjang 2016 nama kelompok musik yang berasal dari pinggiran Kota Jogja ini semakin melejit. Di balik NDX A.K.A adalah Yonanda Frisna Damara dan Fajar (PJR MC).

Musik mereka unik; Campursari, Hop Hop, Dangdut dikawinkan dan diblender jadi satu. Lagu-lagu NDX A.K.A seperti 'TTM (Tewas Tertimbun Masa lalu)', 'Sayang', 'Salah Kekancan', Kimcil Kepolen', 'Bojoku Di Gondol Bojone', 'dan lainnya terus terdengar dari pelosok hingga di hotel-hotel mewah perkotaan, tidak hanya itu, jadwal panggung mereka semakin padat.

Kini NDX a.k.a telah memiliki banyak fans sebagai Fans (Familia) dan tak ketinggalan juga para haters-nya.
Bagaimana tanggapan mereka, dan apa kata mereka tentang Endank Soekamti, Jogja Hip Hop Foundation, dan Young Lex? (*)

Simak videonya 




Iblis itu berumur panjang, doi udah hidup sejak sebelum manusia diciptakan dan akan terus hidup sampai kiamat. Sepanjang hidupnya Iblis sudah bersumpah kepada Allah bahwa ia akan berusaha untuk menyesatkan anak cucu Adam AS agar mereka mau menjadi pengikutnya dan menjadi orang-orang yang tersesat. Sebenarnya, jauh sebelum nabi Adam AS diciptakan, Iblis adalah makhluk yang mulia dan paling dihormati oleh para Malaikat. Iblis beribadah sangat tekun, dan dimasukkan ke dalam kumpulan para malaikat.

Seperti yang dikutip dari sokin, saking mulianya Iblis pada masa itu, dalam sebuah kitab karangan Imam al-Ghazali menyebutkan bahwa Iblis itu sesungguhnya namanya disebut sebagai al-Abid (ahli ibadah) pada langit yang pertama, lalu langit yang kedua disebut az-Zahid, kemudian langit ketiga namanya disebut al-Arif, pada langit keempat namanya adalah al-Wali, pada langit kelima namanya disebut at-Taqi, pada langit keenam namanya disebut al-Kazin, dan pada langit ketujuh namanya disebut Azazil manakala dalam Luh Mahfudz (Lauhul Mahfudz) namanya ialah Iblis.

Dikisahkan Iblis dulunya adalah ahli ibadah yang tidak pernah membangkang dan mengeluh terhadap perintah-perintah Allah. Ia pernah bersujud kepada Allah selama 1000 tahun lamanya dan ia sangat giat dalam beribadah. Bahkan Iblis pernah menjadi Sayyidul Malaikat (Penghulu atau Pemimpin Malaikat), dan Khozinul Jannah (Bendahara Surga). Namun, lama-kelamaan Iblis menjadi sombong dan angkuh. Ia menganggap bahwa dirinya adalah makhluk yang paling tinggi derajatnya di antara makhluk-makhluk Allah yang lain.

******
Hingga pada suatu ketika..... di zaman ini....


Gusti Pangeran mengerti bahasa apa saja, jangankan bahasa manusia, bahasa king kong, semut, ulet bulu, pohon singkong, dan makhluk hidup lainnya pun Beliau Maha Mengetahui lagi Maha Mendengar. 

Sepanjang hidupnya, Joni KKK gak pernah takut sama setan iblis dalam balutan musik metal mulai dari Black Sabbath, Venom, Mayhem, Burzum, Marduk, sampe biduanita yang katanya pemuja setan macam Lady Gaga, dsb. Tapi Joni seringkali tergoda oleh Setan Iblis berjubah agamis. 

Saya teringat kisah Wali Sufi, Syeikh Junaid Al Baghdadi, dimana Iblis pernah menyamar dan mengabdi sebagai murid beliau. Setelah menyamar selama 10 tahun, akhirnya Iblis merasa gagal menembus hati Syeikh Junaid. "Wahai Syeikh, sesungguhnya aku adalah iblis yang menyamar menjadi salah satu muridmu. Aku ingin memasuki hatimu, akan tetapi aku tidak bisa," ujar iblis berterus terang.

"Aku sudah tahu kalau engkau adalah iblis, makanya aku menjadikanmu pelayanku,"

Iblis kaget, bagaimana mungkin, Sang Sufi mengetahui kalau dia adalah iblis. Lalu Iblis berkata, "Aku tidak melihat kesombongan dalam hatimu dan itu menjadi sumber kekuatanmu."

(.... mau bersambung gak niih?? hehehe.....)




Setiap akhir bulan selama tiga hari kami meluangkan waktu belajar jadi James Bon (Jaga Mesjid dan Kebon). Sudah beberapa bulan ini gue 3 days bareng Antares Doman, doi skinhead lawas, yang juga insan seni pancasila jurusan seni rupa. Sekarang beliaunya lebih aktif mengelola bisnis swadaya mandiri berdikari di akun facebook > Rental Dslr Dekat Kampus. 

James Bon (Jaga Mesjid dan Kebon).

Noah had three sons, Ham, Shem and Japhet. And in Ham is known to be the Prophet. Glory to Jah, the Prophet is come. Tiga Serangkai umumnya adalah sebuah julukan untuk sebuah perkumpulan atau kelompok yang beranggotakan tiga orang. Julukan ini dapat merujuk pada pelopor nasionalisme Indonesia: E.F.E. Douwes Dekker (Ernest Douwes Dekker), Dr. Tjipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara yang mendirikan Indische Partij, partai politik pertama di Hindia Belanda.



Kalo tiga serangkai yang ini ialah macak 
Syekh Siti Jenar, Sunan Kalijaga, & Sunan Kalikuning. 




SEJAK beberapa kali kehilangan kucing ras, saya memutuskan untuk tidak lagi memelihara kucing jenis persia, anggora, dsb. Selain karena sudah cukup 'jenuh' dengan perawatan khusus macam; ke salon, dsb, mengadopsi kucing lokal atau kucing kampung mungkin jauh lebih mengasyikan dan ada kedekatan personal. Masa iya penggemar band Stray Cats hobinya mondar-mandir ke salon kucing... (kurang filosofis ah..wkwkwkwkw)
My Baby Bojelita

Satu-satunya kucing yang saya pelihara saat itu adalah Menik, kucing lokal yang punya keturunan jauh ras anggora. Ketika saya pindah tempat tinggal untuk ke sekian kalinya, hanya Menik yang saya adopsi. Di rumah baru, Menik bergaul sangat akrab dengan kucing tetangga yang biasa saya panggil Si Usup, karena seringkali Menyusup untuk 'ngapelin' Menik.

Menik dan kehamilan pertamanya.
Anak-anak Menik & Usup
Pergaulan mereka membuahkan kehamilan pertama bagi Menik. Tanpa memerlukan perawatan khusus selama hamil, hingga persalinan, Menik melahirkan lima bayi kucing yang menggemaskan minta ampun. Beberapa minggu setelah bayi-bayi tersebut mulai merangkak dan makan sendiri, ada satu anak yang cukup memikat. Anak itu berbulu tebal (long hair), berbeda dengan saudara-saudaranya yang tampak seperti kucing kampung lainnya. Setelah dipastikan kelaminnya betina, maka dia saya beri nama Bojelita, Bocah Cantik dan Jelita. Bojel ialah kucing blasteran, yang mungkin mendapat gen kakek moyangnya yang anggora. Kalau ibaratnya cewek cantik, mungkin dia itu kayak; Doris Callebaute, Fifi Young, Ida Iasha, Donna Harun, atau minimal Nadya Hutagalung lah. :p

My Little Bojelita
Bentukan Si Bojel yang beda sendiri dari saudara-saudaranya gak justru membuat ia diperlakukan khusus. Ia makan makanan yang sama dengan saudaranya, bahkan seringkali ia lahap makan ikan keranjang (ikan cue) dari pasar, yang saya kukus sebelumnya. Ikan cue tersebut biasanya saya campur nasi, Menik dan anak-anaknya sangat doyan dengan ikan ini.












Bojel (depan kanan) bermain bersama keluarganya Usup (Bapak), Menik (Ibu) dan saudaranya.
Setelah menikah dan pindah rumah (lagi), saya membawa Menik dan dua anaknya, Bojel dan Iput. Sedangkan anak-anaknya yang lain diadopsi oleh tetangga saya, yang juga majikan Si Usup (ayah mereka). tempat tinggal yang saya tempati sekarang berupa perumahan dengan satu pintu masuk, karenanya gak banyak kendaraan yang lalu lalang di depan rumah. Apalagi banyak tetangga yang juga memelihara kucing.

Kadang kalau bosan di dalam rumah, Bojel dan Iput suka minta main di luar, kebetulan depan rumah saya ada lapangan basket, kebon, dan mushola. Kalau Menik, jangan ditanya, di rumah sebelumnya yang bersebelahan dengan kebon yang luas, sungai yang deras, dan kandang kambing yang cukup besar, Sang Induk ini pintar dan lincah sekali melompat. Karena itu di rumah sekarang, ia biasa keluar masuk rumah dengan melompat tembok dan pagar. Namun, setelah beberapa kali main di luar, Si Iput menghilang dan gak balik lagi ke rumah. :( Ya, semoga dia diadopsi orang yang mengasihi dia seumur hidup.  :)
Bojel & Iput
Menjelang dewasa, Si Bojel mulai saya kenalkan dengan pejantan. Tapi dia kayaknya pilih-pilih, beberapa kucing ras saya datangkan ke rumah untuk PDKT sama Bojel, namun dia tetap acuh, sedangkan Menik udah beberapa kali "bunting-brojol-bunting-brojol". Cerita perkucingan pun sedikit berubah, semenjak istri saya keguguran dari kehamilan yang dinanti-nanti, semua kucing dievakuasi, tak terkecuali Si Bojel. Mereka saya titipkan ke kawan-kawan dekat yang mau menampung untuk sementara. Sedangkan Si Bojel diadposi rekan kerja saya, wartawan muda asal Garut. Tempat tinggal kawan saya ini ialah kos-kosan, sehingga kalau ia sedang bertugas keluar, Si Bojel dimasukkan ke kandang kustom (hasta karya sendiri). Padahal sebelumnya Bojel dan kucing saya yang lain gak pernah dikandangin.


Membawa Bojel pulang

Di kos-kosan tersebut, ternyata Bojel menemukan jodohnya, kucing persia yang saya lupa namanya. Bojel pun hamil dan melahirkan dua anak yang mirip sama dia. Kedua anak tersebut kini diadopsi si pemilik pejantannya. Untuk video Bojel bercinta bisa dikepo di akun instagram @bemandry. Hanya beberapa bulan, Si Bojel pun harus pindah rumah, karena kawan saya mulai ditegur oleh pemilik kos-kosannya soal kucing yang mulai beranak pinak. Jodoh memang tidak kemana, saya kembali bawa Bojel pulang, dan saat itu persyaratan istri saya adalah tidak membawanya masuk ke rumah. Gak apa-apa pikir saya, toh ia bisa main di teras, dan garasi yang menjadi rumahnya sendiri. 
anaknya Bojel

Kebetulan Bojel juga saya titip ke tetangga saya yang memiliki pejantan mirip sekali sama Si Bojel. Mereka pun kawin, sedangkan kehamilan Bojel yang kedua masih jadi tanda tanya. Sejak saat itu Bojel punya dua rumah, kalau malam dia tidur di rumah tetangga saya, dan kalau pagi, tepatnya ketika Subuh saat tetangga saya keluar untuk solat berjamaah di Mushola, Bojel juga keluar dan nangkring di depan rumah saya. Tiap pagi dia saya kasih makan, meskipun sudah makan di rumah tetangga saya.
di teras rumah
1234.... action!!!
Bojel juga mudah akrab sama orang lain, dan sangat komunikatif. Ngobrol dengan Bojel berasa ada komunikasi dua arah, kami berbahasa dengan rasa bukan dengan logika. Apalagi Si Bojel dari kecil memang rada cerewet anaknya. Dikit dikit Ngeong, bahkan kalau udah ngantuk pun ia sering meracau: "oweng-oweng,,,enggghh".

Biasanya kalau saya jalan kaki ke depan perumahan, dia suka ikut. Bahkan kalau jam solat dan ada pengajian, dia suka ikut masuk Mushola untuk 'ndusel-ndusel' di kaki orang. :p Seringkali tiap jam solat, Si Bojel saya kandangin di depan rumah.

Si Bojel mulai menunjukkan gejala sakit.

Setelah beberapa lama di teras rumah, istri saya membolehkan agar Bojel masuk ke dalam rumah. Namun syaratnya ia harus divaksin. Saya pun senang bukan kepalang, bisa bermain bersama kesayangan saya di dalam rumah. Tak pakai menunggu lama, saya mengontak dr Andre dari Animal Friend Jogja (AFJ) untuk memberinya vaksin. Namun ternyata saat itu Bojel sedang terserang flu, meski tak tampak pada selera makannya. Kelainan Bojel sejak kecil memang ia seringkali batuk-batuk, yang saya kira mungkin itu asma. Oleh dr Andre, Si Bojel belum bisa divaksin dan hanya disuntik, lalu diberi resep obat berupa kapsul yang saya tebus di Apotek terdekat. Kapsul tersebut saya selipkan ke makanannya (wetfood). Meskipun saya 'tipu' ia pun tidak kesulitan menegak kapsul tersebut. dr Andre juga belum bisa memastikan apakah si Bojel hamil atau tidak, karena menurutnya belum kelihatan. Menurut dokter, ada kemungkinan Bojel mengidap panleukopenia.

Setelah beberapa hari dan obatnya hampir habis, ternyata Bojel melahirkan, satu anak berbulu putih. Namun proses persalinan tersebut membuatnya lemas, nafsu makan nyaris tak ada lagi, sakit Bojel bertambah parah. Karena tak ada yang mau dia makan, maka ia tidak mampu menyusui. Si Bayi pun hanya berumur tiga hari saja. :(
Bojel dan anaknya yang hanya berusia tiga hari


Saya dan istri membawanya ke Rumah Sakit Hewan Prof.Soeparwi, persembahan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH-UGM) Yogyakarta. Di sana Si Bojel disuntik dan diberi infus, dia dehidrasi karena beberapa hari susah sekali makan. Parahnya lagi, Si Bojel divonis mengidap virus Panleukopenia! (FVCK?) padahal saya belum sempat bemain dan bersenang-senang dengan Si Bojel di dalam rumah.

Suntik dulu nak!
Too Much Junkie Business!
Apa itu panleukopenia? pastinya ini penyakit berbahaya bagi kucing. Ini saya copas:

Penyakit panleukopenia disebut juga Feline Parvovirus, Feline Infectous Enteritis/FIE (radang usus menular). Panleucopenia adalah penyakit serius yang cukup berbahaya pada kucing. Penyakit ini diakibatkan oleh virus. Angka kematian berkisar 25 – 85 % pada kucing yang belum divaksinasi. Penyakit mudah menular ke kucing lain, tetapi tidak menular pada manusia dan anjing.

Penyakit ini menular kontak langsung atau tidak langsung melalui air liur, air kencing,muntah dan melalui kotoran kucing yang terinfeksi. Selain itu anak kucing juga dapat tertular virus dari induknya, bila sang induk terserang virus ini pada saat bunting. Virus panleucopenia dapat bertahan cukup lama di luar tubuh kucing. Sebagian besar desinfektan tidak mampu membunuh virus ini. Oleh karena itu penularan terbesar terjadi melalui kontak dengan kandang, lantai atau peralatan makan dan minum kucing yang tercemar virus dan tidak dibersihkan dengan desinfektan yang sesuai. Virus masuk ke tubuh kucing biasanya melalui mulut, berkembang di kelenjar pertahanan di bagian mulut, lalu menyebar ke seluruh tubuh. Kemudian virus akan berkembang di beberapa organ seperti kelenjar pertahanan seluruh tubuh, sumsum tulang dan selaput lendir usus yang menyebabkan hancurnya usus.

gejala : Penyakit ini dapat menyebabkan anemia, muntah-muntah dan diare yang parah pada kucing.
Kadang-kadang perkembangan penyakit sedemikian cepat sehingga anak kucing mati tiba-tiba sebelum pemiliknya sempat melihat tanda-tanda sakit.Setelah diare dan muntah, biasanya diikuti dengan hilangnya nafsu makan yang mengakibatkan dehidrasi dan kematian.

Si Bojel pun saya rawat jalan, karena di RSH Prof.Soeparwi sedang penuh untuk rawat inap. Virus sialan ini sedang musim ternyata. Di rumah, saya rawat Si Bojel dengan penuh perhatian, mulai dari jam makan obat, makan, vitamin sampai menemaninya 'ngobrol'. Beberapa hari sebelum obatnya habis, Alhamdulillah si Bojel mulai mau makan dan mandi sendiri. Namun hal itu terjadi hanya beberapa hari saja. Bagusnya, Si Bojel jarang sekali muntah, dan ia selalu berjalan ke litter box-nya kalau mau pup dan pipis.

Namun nafsu makan dan bersih-bersih badan itu hanya berselang dua hari. Beberapa hari kemudian Bojel gak mau makan lagi, kotorannya jadi lembek, dan diarenya semakin akut. Menurut sumber, kucing penderita Panleukopenia hanya mengandalkan pada kekebalan tubuhnya untuk bisa sembuh. Dalam kondisi kritis seperti itu, nafsu makannya menghilang.
Mulai makan sendiri
tapi sakit lagi....
Harus dipaksa minum obatnya
madu kelengkeng (bukan iklan)
Drugs Don't Work
Sambil berkonsultasi dengan dr Andre lewat whatsapp, untuk ketiga kalinya saya membawa Bojel ke Klinik Hewan Kayu Manis yang letaknya agak dekat dengan rumah. Di sana Bojel kembali diberi infus, obat anti muntah, dan vitamin. Infus Si Bojel pun dibawa pulang. Baru sehari, infusnya tidak berjalan sebagaimana mestinya, karena panik kami kembali membawanya ke klinik. Infus si bojel pun diganti yang baru. Untuk pemberian obat, tak jarang saya dan istri harus memaksa si Bojel untuk buka mulut, karena obatnya yang berupa kapsul susah sekali 'ditembakkan' ke mulutnya. Kalau yang sirop sih gampang aja. Berdasarkan artikel yang saya googling, selain obat dokter, saya juga tetap memberinya madu campur kuning telur.
Klinik Kayu Manis
Infus lagi, rawat jalan lagi.

Hanya tiga hari dengan infus di tangannya, Si Bojel semakin lemas, dan sulit sekali minum obatnya. Badannya yang bulet jadi kurus kering, mukanya jadi tirus. Kami gak tega lihatnya, apalagi untuk memotret keadaan Si Bojel saat itu.

Hingga pada Senin sore, (26/12/2016) tepat di hari kematian George Michael, Si Bojel berpulang ke Rahmatullah. Ia sudah tak kuat lagi menahan sakit, begitu pun kami yang hanya mampu berusaha agar dia kembali sehat. Si Bojel sudah tenang Di Sana. Malam harinya sebelum pergi ke Yang Maha Kuasa, saya bermimpi Si Bojel kehujanan di depan rumah. Sedihnya lagi gak lama setelah ia dikubur, turun hujan... cukup deras. Saya hanya bisa bersedih sambil mendengar lagu rock mellow 'In These Arms' milik Bon Jovi. 







"Your clothes are still scattered
All over our room
This whole place still smells like
Your cheap perfume
Everything here reminds me of you
And there's nothing
That I wouldn't do..."

Bahagia di sana nak, kamu gak sakit lagi..terimakasih sudah mengajarkan kami arti kasih sayang, kesabaran, dan belajar sedikit Ilmu Kedokteran Hewan.

Sekali lagi Maafkan kami nak!

LOVE YOU.



Bojel Memorabilia

Terimakasih artikelnya
#Copyleft: Silakan Membajak Sebagian atau Keseluruhan Teks dan Foto yang ada di kikipea.com. Powered by Blogger.
Featured
Featured

Video

Most Popular
Videos