07042011 , dari Shanghai ke Outsider

/
0 Comments
Jam tiga sore janji ketemuan sama Michelle (siswi SMA Stella Duce yang punya rencana kuliah di Shanghai). saat itu, Ia bersama kawan-kawannya mendukung tim sekolahnnya yang bertanding melawan SMA 6 Yk pada turnamen Bola Basket (DBL) di GOR UNY. seperti biasa, saya datang tepat waktu. jam tiga tepat saya tiba di GOR tersebut. kedatangan saya disambut dengan teriakan MC cantik namun lumayan seksi yang baru saya kenal kira-kira seminggu lalu, namanya Adinda Daffy. ia sedang memandu acara pertunjukkan musik di sana. "halo kikie pea, Selamat datang!!" kata Daffy yang berbicara dengan mikrofonnya. lantas temannya (yang juga MC yang saya belum pernah berkenalan) juga mengucapkan selamat datang. mmmm..... namanya juga MC, apaan aja bisa dibacotin. sampe adegan gue dateng juga bisa dijadiin bahan ocehan. Tapi (kata saya dalam hati) kenapa anak itu ngomong "kikie-nya enak, pea-nya nggak enak??" udah pernah nyobain gue apa? (heheheee)

(foto: dari facebooknya si daffy)

kemudian, orang yang saya tunggu (si Michelle) ini nggak juga ngasih kabar keberadaanya. Untung aja, ada pertunjukkan band-band anak SD dan SMP (SMA kayaknya juga ada) disana. jadi nunggunya gak boring2 amat. waktu berjalan terus, kurang lebih tiga-empat band sudah tampil... gak kerasa hampir dua jam nunggu si gadis asli Yogyakarta ini.

teryata,,eh ternyata, si Michelle lagi 'hore' menyaksikan pertandingan sekolah kebanggaannya tersebut.... dipertengahan pertandingan, ia baru membalas bbm dan bilang, "maaf ya mas, aku kirain masnya ikut nonton basket di dalem!" wahahahaaa.... (maaf dek, saya tidak suka olahraga yang ada bolanya) maka si Michelle ini keluar GOR bersama temannya (Amel Odong) temannya ini sudah pernah saya kenal beberapa waktu lalu.

tanpa basa-basi, si Michelle ini langsung di jeprat jepret sama si Hendra (fotografer asli Kebumen) yang menjadi tandem saya hampir dua bulan ini.



taman depan kampus UNY pun kami jadikan lokasi pemotretan. jepret1, jepret2, jepret3, si Hendra mengeker, si Michelle berpose..... setelah beberapa kali jepretan, michelle ingin melihat hasil jepretan tersebut. dan saya pun mati gaya (mau senyum, ketawa, sedih,haru, iba, atau nangis) pas dia bilang "Mas Hendra, aku nggak mau kelihatan kayak Cino (Cina)!!!

nah loh? gimana nih... (kebetulan si Gadis ini adalah 'keturunan')

padahal anak ini rencana pengen lanjut kuliah ke negeri leluhurnya tersebut.
tapi kenapa dia enggan terlihat seperti Cina?

(fotodari facebook nya si michelle)

apakah karena dia terpengaruh (masih kentalnya) sterotip-sterotip masyarakat 'pribumi' kepada warga tionghoa. Banyaknya tuduhan miring dialamatkan kepada golongan minoritas, keturunan Cina, seolah-olah mereka adalah sekelompok masyarakat yang hanya peduli terhadap komunitasnya semata.

mmmmmm.... (teori dikit nih)

Menurut Lan (1998) pencarian jati diri orang Cina di Indonesia dihadapkan pada beberapa pilihan – menjadi Indonesia, tetap Cina atau mengadopsi identitas lain. Namun demikian nampaknya pilihan-pilihan tidak selalu menempatkan orang Cina pada keadaan yang mudah. Pilihan dengan identitas Indonesia telah difasilitasi pemerintah Orde Baru yang memberlakukan asimilasi inkorporasi (total) bagi orang Cina untuk menghilangkan identitas Cina-nya dan menjadi Indonesia



Jika dilihat dari format negara Indonesia yang indigeneus nation (negara suku) maka sudah selayaknya format yang pas adalah menempatkan etnis Cina sama kedudukannya dengan suku-suku lainnya (Suryadinata, 1999). Di jaman Orde Lama, Bung Karno pernah memunculkan ide bahwa orang Cina adalah salah satu suku di Indonesia yang setara dengan suku Jawa, Sunda, Minang, Batak dan sebagainya. Dengan demikian orang Cina telah menjadi orang Indonesia sejati tanpa asimilasi total.

oke, Saya tidak ingin kalau tulisan ini bertendensi rasis. yang jelas saya mencintai semua manusia dari apapun golongan dia berasal.

singkatnya, saya ingin berteman dengan siapa saja...tua, muda, pria wanita, dsb, dsb,,,,,, ini dia foto-fotonya....





nah, usai foto-foto, saya ke ATM depan UNY, setelah segepok uang di tangan, pas keluar dari ATM keliatan dah tuh gerombolan sepeda lowrider, kirain anak-anak komunitas lowrider Jogja, eh... nggak taunya itu Jerinx, Bobby Kool, dan Eka Rock...... yaaa mereka adalah Superman Is Dead... sebuah grup musik dari Bali, bermarkas di Poppies Lane II - Kuta. sore itu mereka tampak santai bersepeda bersama crew dan penggemar Superman Is Dead yang biasa disebut Outsiders bagi yang laki-laki dan Lady Rose bagi yang perempuan. nggak pake panjang lebar.... samperin ajalah.... sempet ngobrol dikit sama si Bobby, "Hai, apa kabar? tanya Bobby. "baik!" jawab saya. lantas si Bli ganteng bertato ini menanyakan kamera canon G12 di tangan saya.... "wah, model baru nih, g12?", "ini punya negara," jawab saya.



mereka rencana akan manggung besok malam di lapangan mandala krida bersama Shaggy Dog, Jogja Hiphop Foundation, The SIGIT,,dll,,dll,,,,

yeah.... dari Shanghai kita bersulang bersama SID dan outsider-nya...

benar-benar sore yang 'senja'!!!!




You may also like

No comments:

#Copyleft: Silakan Membajak Sebagian atau Keseluruhan Teks dan Foto yang ada di kikipea.com. Powered by Blogger.
Featured