Anarko Punk di Indonesia

/
0 Comments
Keberadaan komunitas punk di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh kondisi struktural masyarakat yang ada. Pengaruh kekuasaan ekonomi-politik di dalam perjalanan sejarah komunitas punk memberikan dampak bagi arah perubahan dan perkembangan komunitas ini.
di era menjelang keruntuhan Orde Baru, Komunitas punk di Jakarta terutama mulai dipengaruhi band-band beraliran crust, hardcore punk dengan lirik-lirik yang politis.


Situasi politik yang memanas pada tahun 1998, membuat individu dalam komunitas punk merasakan hubungan di antara literatur politis punk dengan realitas politik Indonesia. Persentuhan punk dengan gerakan politik mulai terjadi disaat adanya individu-individu punk yang menjadi mahasiswa, dan bergabung dengan gerakan mahasiswa di universitas tempat mereka belajar. Di luar kampus, banyak individu atau kelompok punk yang berafiliasi dengan kelompok-kelompok pergerakan masyarakat sipil seperti Pergerakan Kaum Miskin Kota, dan LSM-LSM lain yang bermunculan pada masa itu.



Kerusuhan Jakarta 1998


Pada saat yang bersamaan, kelompok politik kiri melakukan rekrutmen politik kepada kelompok-kelompok punk di seluruh Indonesia. Mereka dengan orientasi kader-kader politik anak muda melihat komunitas underground seperti komunitas metal, komunitas punk, dan komunitas musik anak muda lainnya sebagai target rekrutmen. Teknik ini memiliki kemiripan dengan British National Party atau National Front di Inggris yang menggunakan anak muda dan komunitas musik sebagai lahan pengkaderan partai politik.




Akhirnya, tanpa menyadari dirinya menjadi alat permainan politik, banyak individu atau kelompok punk yang menjadi underbow kelompok-kelompok politik. Pada periode-periode 1998-2001 banyak individu-kelompok punk ikut dalam demo-demo di jalan yang marak saat itu. Keterlibatan punk di tataran ini kemudian menghilang beriringan dengan turunnya suhu politik disaat memasuki era reformasi.

Satu di antara band yang fenomenal di Jakarta adalah Marjinal. Mereka terinspirasi oleh Sex Pistols, Bob Marley , Leo Kristi, The Crass, dll. Pada awal karirnya tahun 1997, Marjinal menggunakan nama AA (Anti ABRI) dan kemudian AM (Anti Military).... dan saya mengidolakan mereka...



You may also like

No comments:

#Copyleft: Silakan Membajak Sebagian atau Keseluruhan Teks dan Foto yang ada di kikipea.com. Powered by Blogger.
Featured