Toniblank Show: Antitesis Televisi yang Kian Seragam.

/
0 Comments

SIAPA yang belum kenal dengan istilah ‘Saparatoz’, ‘Superstar Sky’, dan segudang istilah abstrak lainnya. Itulah ucapan-ucapan dari Toniblank Show yang kini banyak diminati para penggemarnya yang terdiri dari berbagai lapisan mayarakat. Video Serial yang sudah tayang sebanyak 35 episode ini merupakan buah karya dari para kreator yang bernaung di X-Code Films. 
Sepulangnya merantau dari Jakarta, Harwan ‘Aconk’ Panuju berencana untuk membuat sebuah karya dokumenter. Proyek dokumenter tersebut dimulainya dengan melakukan riset di Panti Sosial yang berada di dekat kantor X-Code Films. Ketika proses itulah, Aconk bertemu, lalu berkenalan dengan sosok Toni.

Aconk dan Toniblank

“Mas Toni memiliki bahasa yang unik, banyak orang yang berfikir bahwa orang seperti Mas Toni harus dihindari. Namun kami berpikir bagaimana ucapan-ucapan Mas Toni bisa didengar banyak orang,” ujar Aconk ketika saya nongkrong di markas X-Code Films, Griya Karang Anyar Asri G-15, Brontokusuman, Mergangsan.

Kini, bisa dikatakan pria bernama lengkap Toni Edi Suryanto dengan video serial Toniblank Show sudah menjadi artis di dunia maya, penggemarnya sangat banyak, hampir setiap minggu ada saja penggemar yang datang untuk sekedar berbincang-bincang dengan sosok Toniblank ini. hingga saat ini tercatat 800 ribu penonton Toniblank Show. 
Simak Videonya ---> Toniblank Show

bersama Chloe, kawan dari Perancis


Harwan Aconk Panuju yang pertama kali saya melihatnya
wajahnya mirip Lenin
Vladimir Ilyich Lenin, Pemimpin Revolusi Rusia
 yang wajahnya mirip Achonk hehehe
Sebenarnya karya serial video yang dibuat pria kelahiran Yogyakarta, 11 November 1976 ini tidak hanya Toniblank Show.  Sebelumnya Aconk telah membuat Serial Video ‘Balada Cilongok’ sebanyak 9 episode, dan kini pria yang pernah mengenyam bangku kuliah di fisip UMY dan Akindo selama tiga semester ini masih memproduksi video serial bertajuk ‘Sunday On 7’, dan  ‘Asmara Si Roestam’.



Fenomena video serial yang tayang di dunia maya memang belum begitu marak, namun Aconk percaya bahwa ‘media baru’ (baca: video) ini bisa berkembang pesat sebagai antitesis dari televisi yang kian seragam.

“idealisme kita itu kan nggak boleh tergantung dari satu media, misalnya televisi. Video merupakan media komunikasi yang efektif. Jika dikonsep dan di manage dengan benar, video bisa menjadi pilihan alternatif selain televisi, koran, majalah, dan media lain yang lebih bersifat satu arah,” ujar pria yang sejak 2006 ini bergabung di X-Code Films.


–Harwan ‘Achong’ Panuju, Director’s selected
13 episodes of ‘Mas Toni Blank Show’-

13 video pendek Toniblank Show dipamerkan di ART JOG 2011 

Ketika berkarya, Aconk mengaku selalu serius dan disiplin terhadap deadline yang telah ditetapkannya sendiri. “Aku belajar seolah punya stasiun televisi sendiri, aku punya program acara, jam siar, rating, dan penonton sendiri. Uniknya  lewat dunia maya, kita bisa berkomunikasi dua arah dengan penonton. Mereka bisa mengritik apapun sesuka mereka,” imbuhnya. 

Aconk bersama dedek-dedek yang senantiasa mengunjunginya ;p






You may also like

No comments:

#Copyleft: Silakan Membajak Sebagian atau Keseluruhan Teks dan Foto yang ada di kikipea.com. Powered by Blogger.
Featured