Dream Society: Ksatria Punk Rock Berharmonika

/
0 Comments


AWAL 2008 lalu, di daerah lingkar barat Yogyakarta, sekelompok pemuda dipertemukan dalam sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa yang sama di dalam satu kampus, saat itu mereka masing masing sama-sama ingin tahu, dan belajar alat musik. Kemudian sebuah band dengan mengusung nama Dream Society pun dibentuk. Setelah pembuatan album perdana, mereka ditinggalkan pemain bass, karena harus meninggalkan Yogyakarta untuk karir dan keluarganya. Kini mereka beranggotakan tiga personil yang siap mengguncang, dan memberi warna lain di skena musik Yogyakarta yang kian berkembang. Dream Society adalah Topan Murdox (Vocal/ Gitar/ Harmonica), Yudi Dwi Nugraha (Gitar/ Vokal), Adye Biantzz (Drums)







Mereka mempunyai persepsi tersendiri dalam menggunakan nama Dream Society. “Dream atau mimpi buat kami sebagai acuan semangat, sedangkan Society atau masyarakat  berasal dari kata latin Societas yang berarti teman, atau hubungan persahabatan dengan yang lain, dan sangat berhubungan erat dengan kata social. secara implisit kata society juga  mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian, dan kepentingan dalam mencapai tujuan bersama, yang tidak lain adalah musik Dream Society itu sendiri,” ujar Topan menjelaskan pemilihan nama tersebut.

Musik yang diusung Dream Society merupakan crossover dari berbagai genre. Pada dasarnya mereka memainkan Punk Rock dengan mix berbagai unsur disana-sini. Berbagai nuansa seperti Folk, Latin, Outlaw Country, Rockabilly, Surf, dan Punk Rock cukup terasa di repertoir mereka. “Mungkin kalau dibayangkan Dick Dale bikin band sama Joe Strummer, atau Eddie Cochran ngejam sama Cock Sparrer,” tambah Topan mendeskripsikan.






Hampir di setiap lagunya, dasar Punk Rock tidak lepas dari permainan harmonica dengan distorsi yang cukup menggelora, Dream Society menyebutnya dengan Punkamonica. Berbagai musisi old school dan kekinian mereka jadikan acuan dalam pemilihan karakter bermusik, sebut saja, Rancid, Nova Menco, Mad Sin, Los Lobos, Johnny Cash, Flogging Molly, Dropkick Murphys, hingga Dick Dale.

Pada 2011 lalu, Dream Society mengeluarkan full album pertama mereka yang bertajuk ‘Jogjakarta Punkamonica’. Judul ini dipilih karena menurut mereka sangat mewakili dari identitas, aliran, konsep, sampai asal mula dan tempat di mana Dream Society berkembang.
Ada 12 track di album ini, sesuai judulnya, lagu tentang ‘Jogjakarta’ mereka coba angkat di album ini, namun jika anda suka berkuda dan berdansa, nggak ada salahnya untuk coba mendengarkan ‘‘Tangisan Alam’ dan ‘Danza Cancion’.






Konsep album ini tidak lepas dari nuansa Yogyakarta dan Jawa,  Track terakhir di album ini berjudul ‘Jogjakarta’ mereka persembahkan khusus buat kota Yogyakarta. “lagu ini didedikasikan untuk Jogja yang tetap istimewa, dan semua teman di mana saja yang pernah merasakan kesan di Yogyakarta yang penuh Kharisma,” ucap Topan yang paling banyak menciptakan lagu di Dream Society ini.

Ada pun kebanyakan lirik yang ditulis Dream Society lebih banyak menceritakan kehidupan sehari hari seperti, lingkungan sekitar, social, dan pesan semangat yang tak henti hentinya.Sebut saja lagu ‘Berpijar’ bercerita tentang kenyataan yang terkadang terjadi cukup tidak mengenakkan. “Dibutuhkan kerja keras untuk bangkit kembali, cukup meyakini bahwa  ini adalah sebuah konsekuensi diri. Bebaskan pandangan dari rasa  ragu atau takut,” jelas Topan.

Lagu ‘Equality’ bercerita bagaimana menyikapi banyaknya golongan atau aliran tertentu yang selalu mengatasnamakan persamaan hak, kewajiban, dan kemanusiaan, tetapi di balik itu semua hanya untuk memenuhi kepentingan pribadi. “Untuk melihat suatu Persamaan saja sulit bagaimana mau melakukan tindakan nyata?” tambah Yudi.










Pada lagu ‘Cheers’, menurut mereka bukan hanya bercerita akan sekedar bertemunya dua gelas atau lebih, akan tetapi lebih kepada sikap mental untuk bisa menerima perbedaan, saling menghargai dan pentingnya keterbukaan di dalam sebuah hubungan pribadi atau kelompok bahkan berbangsa dan bernegara. Lagu mereka yang berbahasa Indonesia berjudul ‘Tangisan Alam’ berusaha menyikapi dari banyaknya bencana yang terjadi di Indonesia. Mulai dari banyaknya kerusakan hutan, sungai, laut. “Alam Nusantara yang sebagian besar rusak ini hanya untuk memenuhi isi perut pribadi dan instansi,” tukas Topan dan dibenarkan kedua kawannya.

Tak lupa, mereka juga mempunyai sebuah single yang bertemakan cinta. lagu berjudul ‘Loveless’ ini berbicara tentang cinta yang memang tidak ada habisnya. Saat ini Dream Society masih dalam proses pengumpulan materi album selanjutnya yang rencana akan ada 6-7 lagu, dan ditargetkan akan dirilis pada pertengahan tahun 2012 ini. 



 ********
SEBELUM membentuk Dream Society, Topan sempat gabung dengan Devina, band yang memainkan musik Rocksteady. Vokalis sekaligus Gitaris ini pun akhirnya memutuskan keluar dari band tersebut karena cukup sulit baginya untuk membagi waktu bermain di dalam dua band, di sisi lain saat itu ia juga harus mengumpulkan materi untuk album Dream Society. Bagi musisi kelahiran Purworejo  18  Desember 1985 ini, bersama Dream Society ia sangat menikmati hubungan antara personil yang satu dengan yang lain, contoh kecil bagaimana ketika harus sama sama  mengumpulkan dana untuk pembuatan seribu keeping album, semua itu kita kumpulkan sedikit demi sedikit dari fee panggung satu ke panggung yang  lain, yang meskipun terkadang tidak seberapa jumlahnya,” ungkap Topan Murdox yang mengidolakan Ebiet G Ade, Kenny G, Dick Dale, Rancid, dan Flogging Molly ini  


*********

Di pertengahan 2004 hingga penghujung 2007 Yudi berkutat dengan band Ska/ Rocksteady ala kadarnya bernama Iritasi Ringan. Sebenarnya band ini sempat menghasilkan beberapa karya yang bisa didokumentasikan dalam sebuah mini album, tapi sayang, menurut cowok bernama lengkap Yudi Dwi Nugraha ini, band ini keburu bubar jalan karena alasan pendidikan dan karir.Kemudian pada 2008-2009, cowok kelahiran Makassar, 20 Februari ini sempat bermain musik Rockabilly bersama Rescue, “Pada saat itu saya mendadak bisa memainkan Upright Bass (bass betot, red),” ujarnya. Kini ia pun mengisi gitar dan vokal di Dream Society. Musisi idolanya cukup banyak, sebut saja The Tielman Brothers, Toy Dolls, The Specials, Wayne Hancock, Ramones, Madness, Johnny Cash, dan Brian Setzer.

*********
Adye Biantzz adalah drummer Dream Society kelahiran Kendari, 9 Agustus. Ia membentuk band sejak berada dibangku SMA. Beberapa musisi yang disukainya adalah Andrew Douglas Strachan (The Living End), Johhny Cash, Mad Sin, dan Elvis Presley.  













Diskografi:
 ·         Jogjakarta Punkamonica (Album, September 2011)
·         Single 'Loveless' kompilasi "Addicted Invaders Presents : Stereo Dictionary" Bali 2010
·         Single 'Teraniaya' masuk pada album kompilasi UKM Musik UMY "The Journey" Yogyakarta 2009
·         Single ‘Sounds Of Hell’ Original Soundtrack Film ‘Garis Lini’ Produksi Cinema Komunikasi, Yogyakarta 2010
·         Single ‘Tangisan Alam’ Album Kompilasi ”Sound Of Jogja” Lockstock Fest 2009
·         Single ‘Danza Cancion’ Album kompilasi Frekuensi # 4, Produksi Mini Markas , Yogyakarta 2011


SIMAK JUGA: ⅓ Babak Punkamonica

Twitter: DreamSocietwit


You may also like

No comments:

#Copyleft: Silakan Membajak Sebagian atau Keseluruhan Teks dan Foto yang ada di kikipea.com. Powered by Blogger.
Featured