Prison Of Blues: Psychobilly Pertama di Pulau Jawa

/
0 Comments
SEBUAH album EP berjudul ‘Trick Or Threat’ baru saja dirilis oleh band Psychobilly dari kota Temanggung. Judul album dari band bernama Prison Of Blues (POB) ini juga merupakan single di album tersebut yang terinspirasi dari film-film bertema halloween. Dalam permainan musiknya, POB memang mencampurkan elemen punk rock, rockabilly, dan psychobilly yang bertemakan horror. Sesekali dibalik dentuman cepat dan kerasnya musik mereka, juga terasa sedikit aroma country. Keempat pemuda ini memang mengaku sangat mengagumi musisi seperti, Johnny Cash, Elvis Presley, Mad Sin, Tiger Army, Nekromantix, dan sejenisnya.


Prison Of Blues adalah perkawinan empat sahabat berselera sama, mereka adalah Bowo (vokal/gitar), Ndaru (lead gitar), Antok (drum),  dan Baskoro (stand up bass). Jalur Psychobilly mereka plih karena selain memang menyukai genre tersebut, di Indonesia memang masih jarang yang memainkan musik ini, “Jadi kami ingin mulai membiasakan musik seperti ini,” ujar Bowo sang frontman.

POB berdiri sekitar tahun 2007 di Temanggung, awalnya mereka hanya teman nongkrong, hingga kemudian Bowo mengajak Ndaru, Antok, dan Baskoro untuk mendirikan band. Mulanya mereka membawakan lagu-lagu milik Social Distortion The Clash, Tiger Army, dan saat itu POB masih menggunakan bass elektrik. Pada perkembangannya, mereka mulai memasukkan unsur Rockabilly Psychobilly sedikit demi sedikit, dan mengganti elektrik bass dengan contra bass.



Menurut Bowo, nama Prison Of Blues awalnya ia dengar dari lagu milik Johnny Cash yang berjudul Folsom Prison Blues, dan kemudian ia meringkasnya menjadi Prison Of Blues. Di antara lagu-lagu yang mereka mainkan, memang banyak yang menceritakan tentang kehidupan. tentang pembunuhan di hari valentine, hingga teror di malam halloween. Kebanyakan lagu mereka memang bercerita tentang horror, yang diadaptasi dari film horror.




20 Desember ini, POB menggelar pesta untuk launching album mereka di Yogyakarta, Bertempat di Liquid Cafe Yogyakarta, Mereka menggandeng Rebel Of Law, The The The, Bloody Hollow, dan Kiki & The Klan untuk meramaikan acara. “kalau ngomong soal target agak susah ya, yang penting CD kami bisa laku keras, dan banyak diminati,” ujar vokalis dengan gaya rambut psychobilly mohawk (Vamp Ramp) ini.

Selain bermusik, masing-masing personel POB memiliki kesibukan sendiri-sendiri, Bowo sibuk mengurus studio musik miliknya di Temanggung dan menjalankan bisnis bersama istrinya, Baskoro baru saja merampungkan kuliahnya, sedangkan Antok bekerja di irigasi, dan Ndaru hanya sibuk bermain musik. 

Oktober lalu, Cenobites band Psychobilly asal Belanda menggelar Tour nya secara mandiri di lima kota di Indonesia, pada kesempatan ini Prison Of Blues beraksi sebagai band pembuka di dua kota, Bandung, dan Yogyakarta. Sejak 1994, Cenobites telah menghantam jalan dan mempunyai reputasi sebagai band independen yang besar.





Foto bersama Cenobites

******
THE PRISONERS 

ANTOK bermain musik sejak SMA, dan hanya belajar secara otodidak. Pengalaman paling mengesankan baginya adalah bisa bermain bersama band besar dari luar negeri seperti, Cenobites di Bandung, dan Yogyakarta sepekan lalu. “saya suka POB karena merasa inilah genre musik yang cocok dengan saya, kedepannya semoga kami tetap kompak, dam karya-karyanya bisa didengar oleh para penikmat musik diseluruh dunia,” ujar drummer POB ini. 


***** 
KARAKTER musik yang disukai Ndaru adalah band-band punk rock seperti Oxymoron, Social Distortion, Mad Sin, Ramones, dan The Casualties. Pengisi lead gitar POB ini menyukai mereka karena musiknya yang berkarakter kuat, dan cerita dibalik perjuangan mereka dalam bermusik. Saat ini selain bermusik, hobinya adalah bermain playstation dan aktif di kegiatan Kicau Mania. Ndaru mengaku akan terus berkarya bersama POB tanpa lelah.

****
SELAIN bermusik, Baskoro juga hobi bermain sepakbola. Pemain stand up bass ini baru saja merampungkan kuliahnya di jurusan ekonomi Universitas Sanata Dharma. Di sela-sela main musik, Baskoro juga mempunya pekerjaan lainnya dengan membantu bisnis orangtuanya.
Baskoro sangat mengagumi sosok Elvis Presley, Mad Sin, Tielman Brothers, Ismail Marzuki, hingga Utha Likumahuwa, “Spirit mereka luar biasa,” ujarnya.  

*****

BAGI Bowo musisi adalah penyemangat hidup, dan musisi yang cocok di hati dan pendengarannya di antarnya Elvis Presley, Johnny Cash, Carl Perkins, Mad Sin, Tiger Army, Nekromantix, dan lainnya. Ia sangat hobi menonton film, terutama film thriller. Sebelumnya Bowo sempat kuliah (niversitas Teknologi Yogyakarta (UTY), namun tidak selesai, dan kini hanya fokus sebagai owner Blast Off Studio di Temanggung. Bowo bermain musik memang berangkat dari tongkrongan punk. Setelah membentuk band punk-nya dan bubar, ia sempat tidal bermain musik hingga dua tahun, dan pada 2007 ia  mengajak ketiga temannya untuk membentuk POB. Bagi Bowo, band yang dibentuknya ini mempunyai semangat yang sama, berbeda tapi satu tujuan, “Mereka mau diajak kerja keras, karena kita berangkat dari satu scene, jadi saling memahami satu dan lainnya.

Dengan rilisnya EP berjudul ‘Trick Or Threat’ ini, maka sebuah album Psychobilly Pertama telah dibuka oleh band bernama Prison Of Blues. (*)









You may also like

No comments:

#Copyleft: Silakan Membajak Sebagian atau Keseluruhan Teks dan Foto yang ada di kikipea.com. Powered by Blogger.
Featured