Sosok John Lennon Di Hari Ibu

/
1 Comments
KEBETULAN tulisan ini saya buat bertepatan dengan Hari Ibu. Saya sendiri tidak pernah merayakan hari yang menurut sejarah merupakan hari dimana berkoalisinya para pejuang wanita ini. Menariknya, ternyata penanda Hari Ibu itu adalah Kongres Perempuan Indonesia I yang digelar pada 22 hingga 25 Desember 1928. Dan lokasi kongres tersebut adalah di Yogyakarta, di gedung Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Solo, deket banget dari tempat saya menulis di awal libur Natal dan kesepian ini. *ehm*


Ngomong-ngomong soal ibu, kebetulan tadi pagi saya memutar koleksi The Beatles yang lama sudah tidak saya mainkan di Playlist, dan secara tanpa sengaja terdengarlah lagu ‘Julia’. Sontak saya teringat kalau lagu yang bisa di dengar di White Album ini adalah ungkapan rasa kasih sayang John Lennon kepada ibunda tercintanya. Kalau kita dengar lagu 'Julia', kita bisa langsung merasakan sisi manis Lennon.



Kemudian saya mencoba membuka koleksi album John Lennon di era solo karirnya. Di album ‘Plastic Ono Band’ (1970), bisa kita temukan Lennon kembali bernyanyi tentang ibu. Namun kali ini ia amat berbeda, Lennon berteriak 'marah' kepada ibunya di lagu 'Mother' …kenapa?

Setiap karya-karya besar selalu dihasilkan dari manusia yang sedih, begitulah mungkin yang juga terjadi pada John Lennon. Kalau pernah baca biografi John Lennon, atau nonton film ‘Nowhere Boy’, bisa diketahui kalau hidupnya adalah rangkaian tragedi demi tragedi, Lennon muda selalu tertawa sejenak, gembira sejenak, kemudian murung.

John Lennon menulis lagu 'Mother' ketika sedang menjalani terapi primal scream. Ia juga berhadapan dengan banyak masalah yang rinci perihal penulisan lirik. Saat berumur 17 tahun yang merupakan periode penting dalam kehidupan remaja, Lennon kehilangan Julia, ibu kandungnya.Kepada Ibunda, dengan rasa marah dan guncang Lennon berteriak: "Mother you had me, but I never had you!!!"  Di Lagu 'Mother', ia berteriak dan memungkinkan anda juga merasakan bagaimana sakitnya.


Bagaimana bisa John Lennon muda nggak marah, sedih, murka melihat kenyataan ibunya, Julia meninggal ditabrak polisi mabuk ugal-ugalan, dan asunya, sang polisi lepas dari segala tuntutan. John marah bukan kepalang, Ibunda terkasihnya yang tak punya kekuasaan bisa mati oleh oknum yang seharusnya melindungi warganya. Momentum ini berdampak pada John yang sangat antipati dengan kekuasaan sampai akhir hidupnya, ia amat membenci negara dan perangkatnya.

John mengangkat wajah menentang kebiadaban atas nama negara, kelak demonstrasi-demonstrasi besar di Amerika Serikat menentang negara di dominasi oleh pengaruh Lennon, dan ingatan akan Julia ini yang membuat John Lennon menciptakan lirik sadis: “Imagine there's no countries, It isn't hard to do, Nothing to kill or die for, and no religion too…. Imagine all the people living life in peace” (Anarki bukan main ! ;p)


Ya, ‘Imagine’ lagu paling anarki di muka bumi ini diciptakan oleh seorang pemuda yang lahir di Liverpool, 9 Oktober 1940 dari pasangan Julia Stanley-Alfred Lennon. Alfred, seorang pelaut yang sering bepergian. Saat John lahir, dia bahkan tidak menghadirinya. Julia, ibunya adalah seorang penganut rock n’roll, bebas, mendengarkan jazz, dan menggilai Elvis. Julia menamakan anaknya yang baru lahir John ‘Winston’ Lennon. Nama tengah Winston diambil dari nama Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill seorang Pemimpin Inggris yang mati-matian berdiri menghadapi gempuran Jerman pada masa Perang Dunia II.

John Lennon cilik
John dan sang Bundo Kanduang
Perilaku bebas Julia sangat tidak disukai Mimi Smith, kakaknya. Mimi kemudian mengambil John untuk tinggal bersamanya. John kecil akhirnya tinggal bersama Mimi dan suaminya, George. Suatu ketika, Alfred kembali dari berlayar. Dia bertemu dengan Julia untuk membangun kembali pernikahannya, namun Julia mengusirnya. Alfred kemudian mengunjungi Mimi untuk mengajak John jalan-jalan ke Liverpool. Namun Alfred ternyata membawa John ke Blackpool dan berencana membawa tinggal bersamanya di New Zealand.

Mimi mengetahui rencana Alfred tersebut. Dia pun mengajak Julia untuk bertemu Alfred di Blackpool. Saat Julia bertemu Alfred, terjadi perdebatan. Alfred kemudian menyuruh John yang baru berumur 5 tahun kala itu untuk memilih, ingin tinggal bersama ayahnya atau ibunya. John menjawab, “daddy,” ayahnya. Julia pun pergi. Namun ketika dia melangkah pergi, John mengejarnya dari belakang sambil menangis. Mimi yang melihat kejadian tersebut, lalu mengambil John dan membawanya pergi. Selanjutnya, John tinggal bersama Mimi dan George hingga dewasa. Julia sendiri berpisah dari Dykins untuk hidup bersama pria lain, Bobby. Bersama Bobby, Julia memiliki dua anak perempuan. Alfred, hidup di New Zealand, tanpa John, tanpa Julia.

Di masa remaja, John adalah badut sekolah. Jam pelajaran dia habiskan untuk menggambar gurunya yang lagi menerangkan di depan. Dia juga suka memperlihatkan penisnya kepada murid wanita. John mewarisi gaya rock n’roll ibunya. Suatu hal yang paling diingat kawan-kawan sekelasnya di waktu sekolah adalah kesenangan John Lennon ikut-ikutan gaya Elvis Presley dengan menjingkrak-jingkrakkan kakinya kaku seperti tarian Presley.

John sangat akrab dengan pamannya, George. Bagi John, George lebih dari seorang paman. Terlebih ketika George membelikan John sebuah harmonika. Sementara Mimi sangat keras. Dia mendisiplinkan John dan menginginkannya menjadi seorang ilmuwan. Suatu ketika, George meninggal dunia karena jantung. Mimi kemudian semakin mendisiplinkan John. Namun gaya hidup John yang rock n’roll membuatnya berontak. John malas ke sekolah yang membuatnya dikeluarkan. Takut ketahuan Mimi, Dia kemudian mencari ibunya Julia untuk tinggal bersamanya. Oleh Julia, John diperkenalkan gaya musik rock n’roll ala Elvis. Julia juga mengajarkan John bermain banjo dan sedikit piano. Jiwa musik John pun semakin menggelora.
Bersama Mimi sang Bibi
Mimi sangat skeptis dengan kegemaran musik John dan tetap menginginkannya menjadi ilmuwan. Suatu ketika Mimi menjual gitar John, dan ia pun sangat marah lalu pergi. John menyampaikan hal tersebut kepada Julia, dan ia pun membelikan John gitar baru. Tak lama, Mimi akhirnya luluh dengan sikap John dan kemudian menjalin hubungan baik dengan Julia. Keduanya lalu mendukung karir John.



Jiwa musik John terus berkembang. Bersama teman-temannya dia mendirikan The Quarrymen yang juga memainkan hits-hits Rockabilly. Dia kemudian bertemu Paul McCartney dan George Harrison. Dalam perkembangannya, The Quarymen berubah menjadi The Beatles, nama yang diberikan John. Selain bermusik, John punya kebiasaan hippies di belakang panggung. Dia menarik perhatian para wanita yang histeria kepadanya lalu menyetubuhinya di tempat sepi.... jreeng!!

Di bawah ini adalah sosok wanita yang dekat dengan John Lennon, dan juga seorang Ibu dari anak John.



John and Cynthia yang melahirkan Julian

John dan Julian Lennon

John & Julian Lennon

John & Yoko
John, Yoko Ono, dan Sean Lennon


John & May Pang, nggak nikah ya nggak punya anak.
BACA JUGA: John Lennon Adalah Seorang Pemulung


Tulisan ini ditulis berdasarkan ingatan, disunting, dikutip, dan disadur dari berbagai sumber.


You may also like

1 comment:

  1. komentar dari: Dn Koestolo

    Sosok seorang ibu yang bagaimanakah yang bisa disebut sosok ibu ideal? Pencitraan sosok ibu ideal banyak ditampilkan di kesempatan hari ibu ini. Ibu adalah muara kasih, ibarat muara yang sanggup menerima 'glontoran' dari sungai, baik berupa suka, duka, gembira, tempat curhat, tempat bermanja, tempat meminta duit, minta disuapin, dipijitin, mengadum curhat, pelukan, bahkan....cacian! Namun ibu juga manusia, yang bisa khilaf. Bisa jauh dari citra (nama baik) ibu yang didambakan. Seperti yang dialami John Lennon, seorang rock star kondang ini.....seperti yang ditulis Riezky Andhika Pradana di mingguan 'Tribune' ini, sungguh menggugah. (pencitraan sosok ibu 'ideal' dengan gaya 'satir', salah seorang musisi the Beatles) Ibunya adalah 'perpaduan' antara Julia dan Mimi. Yang membentuknya menjadi seorang John Lennon yang sangat kondang. Kedua 'ibunya' masing2 ada plus minusnya, seperti dalam kasus menjual dan membelikan gitar Lennon, yang ternyata mempunyai implikasi kuat untuk karier John Lennon du masa mendatang! Dan tergambar jelas dalam lirik lagu Lennon, 'Mother'...... You had me, but I'd never had you......! Baik atau buruk, ibu adalah tetap ibu kita, yang harus tetap wajib kita hormati. Selamat hari ibu!

    ReplyDelete

#Copyleft: Silakan Membajak Sebagian atau Keseluruhan Teks dan Foto yang ada di kikipea.com. Powered by Blogger.
Featured