ERWE Dan Gadis Malamnya

/
0 Comments

Andai kau menjadi milikku malam ini
Kan kupeluk tubuhmu sampai nanti

"....Di ruang kuliah pikiranku melayang padanya. Berjuta pertanyaan menyesaki pikiranku siang ini. Kadang aku merasa risih juga kalau mengingat pekerjaannya seperti apa yang dikatakan anak-anak di kampus. Serendah itukah ia? Menjadi seorang wanita penghibur yang keluar tiap malam untuk melayani para lelaki hidung belang dan bertangan nakal. Jika memang benar, apa alasan Wini hingga mau melakukan pekerjaan haram itu. Aku tak habis pikir. Memuakkan. Mengapa gadis yang kucintai harus menjadi seorang wanita tuna susila. Menyedihkan. Tapi itu belum tentu benar. 


Hatiku mencoba mencari keyakinan positif tentangnya. Kulihat selama ini ia adalah sosok gadis yang ramah, baik hati, walau sedikit tertutup mengenai kehidupannya. Sesaat terdorong juga diriku untuk mencari informasi dari temanku. 

**** 

"Hahahaha...gadis itu? Memang bener, ia bukan gadis baik-baik. Dalam diamnya tersimpan sebuah keliaran yang mengimpikan sejumlah materi."

STOP!! kalau mau lanjut baca yang di atas, langsung ke sini aja ---> rahasia gadis malam



ADA apa dengan Gadis Malam? nah, yang saya bahas ini adalah band indie asal Yogyakarta yang memainkan Ska Rock, ERWE juga memanfaatkan fasilitas Perayaan Pasar Malam Sekaten untuk menayangkan videoklip terbaru mereka berjudul ‘Gadis Malam’. Band yang beranggotakan W2k (Vokal/Gitar), Luke (Gitar) dan Fajar (Drum) ini menyesuaikan lagu mereka, sekaligus merespon momen yang sedang ada.


Lagu berjudul ‘Gadis Malam’ ini berasal dari album ke tiga mereka ‘Error Without Emotion’. Susunan cerita dan set lokasinya pun disesuaikan dengan cerita yang ada dibalik lagu. “Karena berjudul Gadis Malam, agar tidak menimbulkan pemikiran negatif, maka suting videoklip ini berlokasi di Pasar Malam Skaten Yogyakarta, bukan Pasar Kembang. hehehe...,” ujar W2k frontman ERWE sekaligus sutradara di videoklip ini.

Seperti karya sebelumnya, produksi videoklip mereka dikerjakan secara mandiri. Seluruh crew ERWE yang dikenal dengan  sebutan Backstage Heroes, dan beberapa rekan terdekat mereka juga turun langsung membantu semua proses produksinya.
“Pengerjaannya cukup simple, kami tidak menggunakan properti, atau alat shooting yang besar. Cuma yang ribet hanya ketika pasar malam skaten sedang kebanjiran manusia, sehingga kami harus ikut berdesak-desakan dalam mencari lokasi yang tepat,” jelas vokalis bernama lengkap Djati Pambudi Wibowo ini.



Menurutnya, ketika proses pengambilan gambar, ERWE disupport langsung oleh para pemilik wahana yang ada. Karenanya mereka bisa mendapatkan gambar ketika beraksi di beberapa wahana yang ada seperti, kora-kora, komedi putar, dan tong setan.
Selain untuk menghibur, W2k juga ingin memberikan informasi mereka yang di luar Yogyakarta bahwasanya di kota Istimewa ini terdapat tradisi rutin Pasar Malam Skaten yang digelar setiap setahun sekali di Alun-alun Utara, Kraton Yogyakarta. 





Sebelumnya ada tiga video klip yang mereka produksi, diantaranya ‘Let’s Join Let’s Sing and Dance’, ‘Radical Road Riders’, dan ‘Jogja Last Friday Ride’. Klip lainnya yang merupakan lagu hits di album terbaru ERWE, yaitu ‘SSTI’, semua videoklip ini juga disutradarai langsung oleh W2k. (*)


"Andai kau menjadi miliku malam ini
Kan kupeluk tubuhmu sampai nanti sampai pagi

Wouwoo..wouwoo.. Kau gadis malam
wouwoo..wouwoo.. Membuat hatiku tak tenang
wouwoo..wouwoo.. Kau gadis malamku 
wouwoo..wouwoo.. Ingin hati memelukmu"








You may also like

No comments:

#Copyleft: Silakan Membajak Sebagian atau Keseluruhan Teks dan Foto yang ada di kikipea.com. Powered by Blogger.
Featured