SUN RECORDS: Rumahnya Musik Rockabilly

/
0 Comments
SEPERTI (sebut saja) grunge atau reggae, pengusung sub kultur tersebut bukan hanya Nirvana, dan Bob Marley saja, tapi banyak nama-nama lain yang tidak kalah penting dalam menancapkan tonggaknya. Begitu juga dalam kancah Rockabilly yang notabene puluhan tahun lebih awal kemunculannya sebelum grunge dan reggae. Banyak yang mengidentikan Rockabilly hanya dengan sesosok Elvis Presley atau Johnny Cash. Namun, perlu dicatat bahwa banyak nama-nama musisi sejaman yang harus diselidiki oleh peminat genre yang kini kembali diminati kawula muda ini.

Kali ini saya mau cuap-cuap soal nama-nama musisi Rockabilly yang bersinar namanya dibawah Sun Records. Seperti Sub Pop yang didirikan Bruce Pavitt dan Jonathan Poneman di Seattle pada 1986 silam, di bawah Sub Pop lahir pondasi-pondasi musik yang kemudian dikenal dengan istilah 'grunge' seperti, Nirvana, Mudhoney, bahkan Soundgarden. Namun masih banyak musisi grunge canggih lainnya yang berada di luar asuhan Sub Pop. Begitu juga, tanpa mengurangi rasa hormat saya pada musisi lain yang muncul di luar jebolannya, namun nama-nama yang terdaftar dalam asuhan Sun Records bisa dibilang 'Awallun' dalam mendapatkan hidayah untuk memainkan musik Rockabilly.
Pada awal kemunculannya, Sun Records berbeda dengan Trojan Records (perusahaan rekaman di Inggris yang eksis tahun 1968) yang didirikan khusus untuk menaungi dan mengorbitkan artis-artis ska, rocksteady, reggae dan dub music. Memphis Tennessee, Amerika adalah kota yang indah untuk mendengarkan beragam musik yang trendy pada jamannya seperti: gospel, blues, hillbilly, country, boogie, dan western swing. Sebagai badan usaha milik pengusaha kecil, Sun Records mengambil keuntungan ini dari berbagai bakat yang ada tanpa batasan gaya. Maksudnya, bukan hanya Rockabilly saja, tapi Sun Records telah merekam jenis musik yang telah eksis sebelumnya.

Sun Records adalah label rekaman yang didirikan Sam Phillips di Memphis, Tennessee. Label kecil ini mulai beroperasi pada 27 Maret 1952. Sebelumnya Sun Records berkonsentrasi pada rekaman musisi Afrika-Amerika, karena Phillips mencintai musik Rhythm and Blues, dan ingin membawa musik kulit hitam ini ke khalayak kulit putih yang saat itu masih sangat kental perbedaan sosial di antara mereka. BB King dan Howlin Wolf adalah dua di antara nama musisi blues legendaris yang tercatat pernah berada dibawah naungan Sun Records. Menurut catatan, logo asli Sun Records dirancang oleh John Gale Parker, Jr, warga Memphis, yang juga teman setongkrongan Phillips.

Sam Phillips
Sun Records
Nama Sun Records dipilih sebagai tanda optimisme abadi: 'a new day and a new beginning' (hari baru dan awal baru). Sam menyewa sebuah ruang kecil di 706 Union Avenue, Label ini diluncurkan di tengah meningkatnya jumlah label independen saat itu. Dalam waktu singkat, Sun Records memperoleh reputasi di seluruh Memphis sebagai label yang memberdayakan seniman lokal dan menciptakan lingkungan mengundang terciptanya kreativitas.

Pada tahun 1954, Sam menemukan Elvis Presley, yang pada waktu itu adalah seorang supir truk yang bisa bernyanyi dengan kegembiraan. Dengan energi sebagai seorang musisi blues (saat itu), Elvis bisa menabrak seluruh tembok batasan jenis musik maupun perbedaan ras. Sayangnya, pada tahun 1955, Sun Records menjual rekaman Elvis Presley kepada RCA Victor Records seharga $ 35.000 untuk meringankan kesulitan keuangan yang mereka alami.
Rockabilly menjadi tenar di bawah nama-nama artis yang ditelurkan oleh Sun Records. Sebelumnya, pada rekaman musik country tahun 1950-an drum jarang digunakan bahkan dilarang di atas panggung di Grand Ole Opry. Namun, pada Rockabilly, drum memainkan peran penting dalam membius para remaja di seluruh penjuru untuk menjadi terpikat berdansa, bergaya, dan 'memberontak'.

Hingga hari ini, eksistensi Sun Records di kancah musik masih yang bertahan dan bergairah. Musik yang ditelurkannya telah menjangkau seluruh ras, usia dan jenis kelamin. Dan yang terpenting, Sun Records adalah artefak sejarah dimana kita bisa menemukan rekaman pertama musisi paling berpengaruh seperti; Elvis Presley, Jerry Lee Lewis, Johnny Cash, Carl Perkins, dan Roy Orbison. Pada Film yang menceritakan mereka seperti, 'Elvis The Early Years' (2005), 'Walk The Line' (2005), dan 'Great Balls Of Fire' (1989) bisa disimak bagaimana Sam Phillips menemukan mereka di Sun Records, tentunya masing-masing musisi mempunyai cerita romantika yang berbeda.

Namun seperti pada paragraf awal, apakah hanya mereka yang pantas dicatat dan diapresiasi musikalitasnya? Banyak musisi-musisi Rockabilly dibawah asuhan Sun Records yang harus diketahui seluk beluknya. ....

Carl Perkins: 
Jika Elvis Presley sering disebut sebagai 'Raja Rock N Roll', maka Carl Perkins adalah 'King Of Rockabilly Music'. Kalau kalian pernah menonton filem 'Mystery Train' (1989) besutan sutradara Jim Jarmusch, di sana ada adegan menarik ketika pasangan kekasih asal Jepang berplesiran ke Memphis, Tennessee, sang cowok mengagumi Carl Perkins, dan si cewek amat tergila-gila sama Elvis. Carl menjadi amat terkenal dengan lagunya 'Blue Suede Shoes' bukan hanya Elvis yang kemudian merekam lagu ini, hingga banyak yang menganggap lagu 'one for the money, two for the show...' ini adalah lagunya Elvis. Pemimpin pasukan British Invasion, The Beatles bahkan merekam kembali lagu-lagu Perkins di awal karir mereka. Jika John Lennon pernah bersabda "Sebelum Elvis tidak ada apa-apa", juga perlu diingat kalau Paul McCartney bilang "Jika tidak ada Carl Perkins, tidak akan ada Beatles".




Roy Orbison
Mungkin bisa jadi Deddy Dores, gitaris Superkid yang juga dikenal sebagai pengorbit Nike Ardilla terinsprasi oleh Roy Orbison, bukan musikalitasnya yang ditiru habis, tapi kacamata hitam dan jambangnya...(hehehe.. bisa jadi lho!). Yang jelas Roy Orbison bukan musisi yang kemudian haus tahta dan tergiur menjadi Bupati ketika musiknya sudah dilupakan orang. (ehm, Deddy Dores sempet mencalonkan diri jadi Bupati Garut gantiin Aceng Fikri, duuh... males deh!). Oke balik ke Om Roy, lagu-lagu doi yang terkenal di antaranya "Only the Lonely", "Crying", dan "Oh, Pretty Woman".




Musisi lainnya......  Bill Black, Carl Mann, The Blue Moon Boys, Hayden Tompson, Eddie Bond, Sonny Burgess, Johnny Carroll, Ray Harris, Jean Chapel, Jack Clement, Jimmy "Orion" Ellis, Ray Harris, B.B. King, Howlin Wolf, Scotty Moore, Glen Glenn, Slim Rhodes, Charlie Rich, Billy Lee Riley, Ray Smith, Malcolm Yelvington, Warren Smith, The Tennessee Three, Rufus Thomas, Ike Turner, Cliff & Barbara Thomas, dan masih banyak yang lainnya,










Ray Harris

mau koleksinya? mmm....boleh langsung bajak sendiri atau cari di lapak CD/Kaset bekas! (*)




Baca juga:
Rockabilly di Yogyakarta
Rockabilliwati Menawan Hati
90% Styles, 10% Skills
Sosrowijayan rusuh di ultah Elvis



You may also like

No comments:

#Copyleft: Silakan Membajak Sebagian atau Keseluruhan Teks dan Foto yang ada di kikipea.com. Powered by Blogger.
Featured