Jailhouse Rock: Catatan Detektif Partikelir

/
0 Comments

BEBERAPA pas foto atau mug shot, dan foto dari catatan polisi membuat saya ingin mengunggahnya. Foto-foto tersebut mungkin lebih banyak ‘berbicara’ tanpa adanya teks. Namun, halaman ini pastinya akan terasa kurang lazim jika hanya ‘telanjang’ begitu saja. Maka dari itu saya ingin mengetik beberapa pengetahuan dari bacaan yang baru sedikit saya lalap. Karena saya bukan agen FBI, apalagi pernah kerja sama kepolisian, maka harap maklum jika data yang diracik dari sana sini masih belum memuaskan saudara-saudara para pembaca Tribune Rockers sekalian.


Setahu saya, tujuan dari mug shot ini adalah dalam rangka penegakan hukum. Foto seseorang yang pernah tertangkap itu penting untuk dimiliki oleh negara. Mug shot juga disusun menjadi buku untuk menentukan identitas seorang pelaku kriminal. Dalam kasus-kasus besar, mug shot ini juga bisa dipublikasikan media massa. Namun, mug shot juga digunakan bukan hanya untuk alasan kriminal atau penangkapan resmi. Pas Foto juga dipakai untuk paspor, KTP, SIM, dan sebagainya.

Dengan penggunaan pas foto, identitas personal seseorang dapat “terarsipkan”, baik secara hukum maupun secara sosial. Dalam hal ini negara sedang menancapkan ruang kuasanya.  Bagi masyarakat, dengan menggunakan pas foto, maka secara nggak langsung mengakui kehadiran kekuasaan (baca: negara), dan patuh dengan aturannya. Singkatnya, pas foto adalah simbol kepatuhan. Pas foto dengan kelengkapan unsur-unsur formilnya adalah sebuah alat kontrol negara terhadap warganya. Namun dalam kaidah jurnalistik, menurut Tom E Rolnicki di pengantar dasar jurnalisme (2008), hal 415, mug shot adalah gambar kecil pengidentifikasi, biasanya berupa gambar yang sudah di crop untuk menunjukkan wajah seseorang yang diidentifikasi beritanya.

siapakah dia ? ;p
Sekali lagi, Pas Foto adalah bentuk kuasa atas informasi yang cenderung “dikuasai” oleh satu pihak (dominan=negara). Wajah-wajah di balik pas foto ini secara semiotis juga membawa pesan layaknya “tahanan” yang sedang terintervensi. Mug Shot sendiri diciptakan oleh Allan Pinkerton, seorang detektif Amerika Serikat di abad 19. Kata ini berasal dari "mug", istilah bahasa slang Inggris yang berarti "wajah". Pada 1870-an lembaga detektif telah mengumpulkan koleksi terbesar mug shot di Amerika Serikat. Orang yang ditangkap terkadang juga harus memegang papan bertuliskan nama, dan identitas lainnya yang relevan. 

Elvis, 1958
Elvis, 1970
Dari temuan mug shot Elvis Presley yang dijepret pada tahun 1958, saya mendapatkan informasi kalau foto tersebut dibuat sebelum Elvis memotong rambutnya. Saat itu Elvis dikenakan Wajib Militer oleh negara, dan menjadi tentara. Mug Shot Elvis tersebut dijepret pada tahun 1958 di Ft. Hood, Texas. Katanya, kemungkinan diambil beberapa hari pertama sewaktu pelatihan dasar. Pada tahun 1970 juga ditemukan Mug Shot Elvis Presley, menurut informasi sih, katanya foto itu dibuat hanya untuk kesenangan ‘Sang Raja Rock n Roll’ ketika ia mengunjungi kantor pusat FBI di Washington DC. Namun, menurut catatan lain, foto tersebut dijepret saat ia mengunjungi Presiden Richard Nixon. Foto tersebut memang wajib dibuat untuk catatan keamanan rutin.
Catatan tentang Elvis Presley yang disimpan oleh Biro Investigasi Federal terdiri dari 683 halaman salinan surat. Kebanyakan surat tersebut didapat dari anggota masyarakat yang mengomentari penampilannya, kliping koran, dan dokumen yang melaporkan bahwa Presley pernah jadi sasaran upaya pemerasan. Catatan tersebut mayoritas adalah soal sisi hidupnya, di ‘balik layar’ seorang selebritis.

Karib Elvis, Johnny Cash juga beredar Mug Shot nya. ‘Man In Black’ ditangkap pada Oktober 1965 ketika agen Bea Cukai AS menemukan ratusan pil penenang di bagasinya. Saat itu Cash baru turun pesawat dari perjalanan ke Juarez, Meksiko. Akibatnya ia menghabiskan semalaman di penjara El Paso. Besoknya Johnny Cash harus membayar denda $ 1.000 dan mendapat hukuman percobaan 30 hari. Sebelumnya Johnny Cash juga sudah pernah dipenjara, ia telah 7 kali masuk-keluar. Simak lagu ‘Cocaine Blues’ yang dinyanyikannya.
Frank Sinatra, 1938
Penyanyi swing, Frank Sinatra juga pernah ditangkap di New Jersey pada tahun 1938. Sinatra didakwa membawa lari wanita yang sudah menikah. Tuduhan itu kemudian diubah menjadi perzinahan. Bintang Rock n Roll terpanas di era 50-an, Jerry Lee Lewis pernah ditangkap polisi Memphis pada November 1976. ‘The Killer’ ditangkap dengan dakwaan mabuk di tempat umum dan kepemilikan senjata. 

Penyanyi Country legendaris, Willie Nelson pernah ditangkap beberapa kali, di antaranya di Dallas, 1974, dan pada 1994, ia ditangkap lagi di Waco. Pada tahun 2010, Willie ditangkap lagi di kota yang sama. Kasus Willie rata-rata menyangkut ganja, bahkan dipersidangan sampai ke jantung perdebatan ke arah legalisasi.
Jerry Lee Lewis
Willie Nelson
Chuck Berry
James Brown
Pahlawan Rock n Roll, Chuck Berry juga turut merasakan dinginnya sel penjara. Pada 1959, ia pernah terancam penjara selama lima tahun, lantaran menyerang seorang gadis remaja berusia 14 tahun. Awalnya, Chuck berusaha membujuk gadis itu agar mau bekerja untuknya. Tuduhan yang dialamatkan pada Chuck adalah dugaan prostitusi, penjualan manusia, dan perbudakan. 'Godfather of Soul' James Brown juga pernah berpose untuk South Carolina Department of Corrections, mug shot tersebut dijepret pada Desember 1988. Pelantun ‘I Feel Good’ ini didakwa bersalah karena melakukan penyerangan, dan kepemilikan senjata. Saat itu, James Brown dijatuhi hukuman enam tahun, tetapi dibebaskan bersyarat setelah menjalani lebih dari dua tahun di balik jeruji besi.



Pada pagi hari 18 Oktober 1968, John Lennon dan Yoko Ono digrebek oleh Polisi anti Narkoba Kerajaan Inggris. Dua Anjing Pelacak berhasil menemukan ganja dan hasish di berbagai tempat. Lennon dan Ono kemudian berbaris melalui kerumunan fotografer diluar, dan dibawa dengan mobil polisi. Pasangan ini didakwa dan diperintahkan untuk muncul di pengadilan hari berikutnya. 

Di era selanjutnya, John Lennon bukan hanya berurusan dengan polisi narkoba, namun dengan negara adidaya Amerika Serikat. Setelah bermukim di Amerika Serikat, banyak catatan FBI tentang pelantun ‘imagine’ ini akan keterlibatannya dengan organisasi politik. Maklum sepak terjang biduan yang melantunkan semangat anarkisme: “Imagine There’s No Country” ini memang ditakuti oleh kelas penguasa (negara).




Sang Raja Gitar Jimi Hendrix pernah ditangkap di bandara Toronto pada Mei 1969. Petugas menemukan heroin dan ganja di bagasinya. Namun Hendrix mengklaim bahwa seorang fans menyelinapkan obat-obatan tersebut ke dalam tas tanpa sepengetahuannya, kemudian ia dibebaskan dari tuduhan.

Dari beragam mug shot yang beredar dikalangan rockstar, Jim Morrison lah yang paling banyak koleksinya. Di antaranya adalah dengan tuduhan mengekspos dirinya saat konser Maret 1969 di Miami. Frontman The Doors tersebut kemudian bersaksi atas nama sendiri di pengadilan. Setahun kemudian ia kembali berpose untuk mug shot setelah melakukan tindakan tidak senonoh di Florida.

Seperti Jimi Hendrix dan Jim Morrison, penyanyi blues Janis Joplin yang sama-sama meninggal di usia 27 tahun ini juga pernah ditangkap aparat. Pasalnya pada November 1969 di Florida, Ia didakwa melakukan tindakan tidak terpuji dengan meneriakkan kata-kata kotor kepada polisi selama konser di Tampa. Tuduhan itu kemudian dibatalkan setelah diputuskan bahwa tindakan sang penyanyi tersebut adalah bentuk kebebasan berbicara dan berpendapat.

Ikon terseksi dari dunia Rock n Roll, Mick Jagger juga pernah berpose untuk mug shot pada tahun 1967. Biduan The Rolling Stones itu ditangkap di Inggris dengan tuduhan penyalahgunaan narkotika. Jagger, difoto di sebuah penjara Brixton, menghabiskan beberapa malam dalam tahanan, sebelum akhirnya ia membuat jaminan.
\


David Bowie pernah ditangkap di New York bulan Maret 1976 atas kepemilikan narkotika. Setelah konser, Ia ditangkap bersama sohibnya -legenda Punk Rock- Iggy Pop dan dua orang lainnya di hotel Rochester. Bowie dan kawan-kawannya hanya di penjara selama beberapa jam. Pentolan Aerosmith, Steven Tyler juga ditangkap pada Maret 1967 karena memiliki ganja. Sedangkan sang Legenda Heavy Metal, John Osbourne alias Ozzy Osbourne ditangkap oleh polisi Memphis, pada Mei 1984 dan didakwa melakukan kekacauan setelah mabuk di depan publik. 


Sid Vicious, ikon grup punk legendaris Sex Pistols, ditangkap polisi di New York pada Oktober 1978. Ia dituduh telah membunuh pacarnya Nancy Spungen. Sehari kemudian Sid overdosis, ia meninggal dan selamat dari jeratan hukuman dunia. ;p. 

Vokalis Guns n Roses, Axl ditangkap oleh polisi Arizona pada bulan Februari 1998. Sebelumnya ia mengutuk dan mengacungkan tinjunya pada seorang supervisor yang ingin melihat tasnya di sebuah pos pemeriksaan keamanan, Axl Rose pun mengaku bersalah atas tuduhan pelanggaran mengganggu ketenangan. 




Sebelum Nirvana berada dipuncak popularitas, Kurt Cobain pernah ditangkap di Aberdeen, Washington bulan Mei 1986. Ia didakwa melakukan pelanggaran saat mabuk. Hal tersebut bukanlah catatan pertamanya di kepolisian, di tahun sebelumnya ia pernah beberapa kali didakwa telah melakukan vandalisme. Jagoan saya yang lain, Scott Weiland ditangkap polisi Las Vegas pada November 2001. Legenda Stone Temple Pilots ini didakwa telah melakukan KDRT. Dia mengaku bersalah sebulan setelahnya, kemudian dijatuhi hukuman masa percobaan dan membayar denda. Brian Hugh Warner yang dikenal dengan nama panggung Marilyn Manson pernah didakwa melakukan kejahatan seksual dan membayar denda $ 4.000.



Kalo yang ini namanya Charles Manson.. (tau doi kan?)
Di luar hingar bingarnya dunia musik Rock, saya menemukan beberapa mug shot dari tokoh politik di antaranya VI Lenin, Joseph Stalin, Benito Mussolini, kalau soal ini bisa panjang lagi nanti tulisannya. Kita lanjutkan di edisi berikutnya. 

Terima Kasih :*








You may also like

No comments:

#Copyleft: Silakan Membajak Sebagian atau Keseluruhan Teks dan Foto yang ada di kikipea.com. Powered by Blogger.
Featured