Sujud Kendang: Penyanyi Tua, Disukai Yang Muda #4

/
0 Comments
Penampilan Sujud Kendang baik di panggung, maupun di jalanan penuh dengan improvisasi. Bahkan dengan spontanitas ia membuat parodi, kritik sosial, lelucon, dan sindiran khas rakyat kecil kebanyakan. Gaya bermusiknya sangat sederhana dan unik. Dengan kecakapannya memainkan kendang, Sujud kerap memparodikan atau menyanyikan lagu-lagu pop dan dimainkan secara medley. Ia melakukannya jauh sebelum band-band macam Padhiyangan Project, Tim Lo dan lain-lain melakukannya, bahkan jauh sebelum Weird Al Yankovic memparodikan lagu Nirvana. 
Sujud, sang satria berkendang, biasa menyanyikan lagu-lagu berbahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Di antara lagu-lagu yang sering ia lantunkan adalah "Ani" (Rhoma Irama), sederet lagu-lagu Koes Plus seperti, "Kolam Susu", "Muda-Mudi", hingga "Mata Indah Bola Ping-pong" (Iwan Fals), tak jarang ia juga memainkan lagu populer anak-anak seperti "Hely", "Satu Tambah Satu", dan "Burung Kakatua". Semua lagu tersebut tentunya dinyanyikan dengan gaya Sujud yang khas penuh humor.

Sujud memang besar di lingkungan keluarga seniman. Sang Ayah, Wiro Suwito adalah seniman cokekan dan pakar dalam Karawitan. Karena kondisi keuangan yang lemah, ayahnya juga terpaksa mengais rejeki dengan menjadi pengamen. Sujud juga belajar Karawitan dari ayahnya, dan memutuskan kendang sebagai alat musik pilihannya.

Selain akrab dengan para seniman senior, Sujud Kendang juga menjalin pertemanan dengan musisi muda, di antaranya kelompok band ERWE. Dua bulan lalu, sebelum terbaring sakit, Sujud berkolaborasi dengan band ska tersebut untuk lagu berjudul 'Jogja Kota Pelajar', menurut W2K vokalis ERWE, lagu tersebut akan dirilis dalam waktu dekat. Sujud memainkan kendang dan juga ikut bernyanyi.

W2K berujar bahwa Sujud tidak melihat perbedaan usia tua dan muda, "Salut dengan mbah sujud, dengan anak muda sopan banget, bahkan kami nggak bisa ngimbangin, Idul Fitri kemarin malah beliau yang menelpon kami pertama," ucapnya haru.

Kini Sujud masih menunggu waktu untuk operasi mata. Sehari-harinya, sang istri Mamik Sumaryati menemani dan menjaganya dengan setia. Sementara ini jika masyarakat yang ingin membantu meringankan beban Sujud Kendang bisa menyumbang langsung, atau disalurkan lewat Sedekah Rombongan via akun twitter @SRbergerak. Hingga saat ini Sedekah Rombongan tersebut selalu mendampingi Sujud Kendang selama pengobatan. (*)

“Oh penyanyi tua, lagumu sederhana, lagu dari hatinya, terdengar dimana-mana” mungkin bait syair lagu milik Koes Plus tersebut bisa mengingatkan kita pada sosok penyanyi tua yang tengah terbaring sakit


BACA JUGA:
Sujud Kendang: Sang Pengamen Agung #1
pemungut pajak rumah tangga (PPRT)
Aksi Seniman Yogya untuk Satria Berkendang
ERWE & BIKE FREEDOM

*foto saya bajak dari Google


You may also like

No comments:

#Copyleft: Silakan Membajak Sebagian atau Keseluruhan Teks dan Foto yang ada di kikipea.com. Powered by Blogger.
Featured