SUGUHAN TANAH INDAH YANG MAHA OKE

/
0 Comments
SEBUAH band memang bukan hanya mengerjakan karya dalam bentuk musik. Hal ini dibuktikan oleh band independen asal Yogyakarta FSTVLST. Hampir seluruh elemen seni dipresentasikan pada acara bertajuk Tanah Indah di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) yang sebelumnya dikenal sebagai Gedung Purna Budaya Yogyakarta. FSTVLST mampu menyajikan elemen baik, musik, seni rupa, fotografi, video, sastra, dan seni kontemporer lainnya.

Pada Rabu, (18/2) lalu pukul 19:00 WIB, band yang digawangi oleh Farid Stevy Asta (vocal), Roby Setiawan (guitar), Humam Mufid (bass), Danish Wisnu (drum), dan Rio Faradino (add) ini menggelar konser bertajuk TANAH INDAH. Lewat konser ini mereka menampilkan lagu-lagu dari album teranyar FSTVLST, bertitel HITS KITSCH, yang telah diluncurkan 12 September lalu.


TANAH INDAH ini sendiri adalah sebuah presentasi karya musik dan senirupa atas perjalanan JENNY yang kemudian menjadi FSTVLST dengan segala pencapaiannya termasuk jargonnya “Almost Rock Barely Art” itu. Band ini memang sudah memiliki penikmatnya sendiri, terutama dari kalangan kelas menengah yang kebanyakan dari mereka terdiri dari mahasiswa, pelajar, seniman, hingga para intelektual muda. Hal yang menarik dari konser ini jika dibandingkan dengan pertunjukan musik rock lainnya adalah nyaris tidak ada kultus, tanpa bendera fanbase yang biasanya dikibarkan oleh penggemar dari berbagai distrik.










Di sepanjang konser pun tiada satu pun penonton yang bertikai, meski arena moshpit selalu penuh oleh penonton yang silih berganti melompat, bahkan sebuah ritual band ini yang saling meludah sesama penonton pun semakin menjadi alasan mereka untuk berfestival, merayakan apa saja yang harus dirayakan. Hampir di semua lagu semua penonton ikut menyanyi, menikmati, bahkan menghayati lirik lagu sirat makna yang dinyanyikan Farid Stevy Asta. Tak heran jika tiket seharga Rp 35 ribu yang dibatasi hanya seribu lembar pun ludas beberapa hari sebelum konser digelar.

Konser Tanah Indah ini juga menjadi reuni pertama Jenny, band yang menjadi tonggak awal eksistensi FSTVLST. Di atas panggung Farid Stevy mengaku haru bisa kembali sepanggung bersama dua rekannya, Anis Setiaji dan Arjuna Bangsawan yang memutuskan hengkang dari band ini karena kesibukan lain. 






Konser Tanah Indah ini merupakan dari rangkaian acara yang digelar hingga 21 Februari, terdiri dari presentasi penuh HITS KITSCH, reuni dengan Jenny, pameran seni rupa Jenny-FSTVLST bertajuk ‘HAMPIR ROCK NYARIS SENI”, 3 days creative sharing, kompetisi kreatif, rilis artikel baru offical merchandise FSTVLST, serta tentu saja ajang bertemunya penggemar dengan FSTVLST.

Menurut Farid, TANAH INDAH dijadikan tajuk konser ini karena acara konser tunggal pertama ini adalah gambaran cukup lengkap dari entitas FSTVLST bukan hanya sebagai band, namun juga sebagai satu kesatuan wahana berkarya bagi FSTVLST dan para enthusiast-nya. Diharapkan rangkaian acara ini bisa memberikan hiburan sekaligus wawasan dan wacana baru dalam dunia seni dan budaya di Yogyakarta,” ujarnya.

Pada pameran utama, FSTVLST mengajak 20 perupa muda untuk merespon lagu-lagu Jenny dan FSTVLST melalui karya mereka, kemudian ada juga pameran Restospeksi yang akan memamerkan arsip-arsip audio, video, visual, merchandise dan memorabilia Jenny dan FSTVLST dari tahun 2003-2015. Sharing kreatif yang berlangsung pada tanggal 19 dan 20 Februari di ruang galeri PKKH mengangkat tema “Band is a Brand” dan “Make Gigs Happen” yang menghadirkan beberapa praktisi profesional dalam bidang musik, media dan pertunjukan.  







Rangkaian TANAH INDAH konser dan visual art exhibition ini ditutup dengan artist talk, yang menampilkan diskusi dan sharing bersama FSTVLST dan tim kerja TANAH INDAH pada 21 Februari kemarin. 

Apapun istilah yang mereka keluarkan, Klub Mati Muda, Teman Pencerita, Hujan Mata Pisau, Manifesto Postmodernism, Jenny, Festivalist, FSTVLST, Hits-Kitsch, dan lainnya, rangkaian ‘Tanah Indah’ adalah suguhan yang ‘Maha Oke’. (*)




Foto: Helena Lea Manhartsberger

baca juga Mari Menghakimi, HITS atau KITSCH?



You may also like

No comments:

#Copyleft: Silakan Membajak Sebagian atau Keseluruhan Teks dan Foto yang ada di kikipea.com. Powered by Blogger.
Featured