20 Lagu Rohani yang (Tidak) Islami

/
0 Comments
SEMUA manusia menginginkan kebahagiaan dan berusaha semaksimal mungkin untuk memperoleh kepuasan sejati. Nah, kali ini kita fokus pada kepuasan rohani..... jika melihat dari perspektif kaum bijak bestari, semua sepakat bahwa menjadi bahagia ialah dengan tidak menjadikan materi sebagai urusan segala-galanya, apalagi menjadi tujuan hidup. Lewat musik, sebagian orang percaya bahwa nada dan irama, juga lirik yang menggugah bisa menyembuhkan berbagai penyakit rohani.

artwork: Wawakz (@tempatkerja)

Belum lama ini saya mampir ke salah satu blog favorit saya, yakni masjaki.com. Lewat tulisannya 'Rezeki Lagu Religi' masjaki mencoba mencari pengertian antara lagu religi dengan lagu rohani. Meskipun ujung pangkalnya sama, yakni soal puja puji pada Sang Pencipta, ada semacam tembok tinggi antar dua kubu. Ia mencoba berdialog dengan Google, dan menemukan bahwa frasa lagu religi merujuk pada Bimbo, Hadad Alwi, serta Opick, sedangkan lagu rohani mengacu ke lagu-lagu paduan suara gereja.

Berhubung ini bulan Ramadan, maka sengaja saya pilih lagu-lagu rohani yang 'Islami'. Mengapa diberi tanda petik pada kata 'Islami'? karena Islam adalah agama yang sangat unik. Para penganut dan yang tidak menganutnya memiliki pandangan yang relatif berbeda. Islam tidak identik dengan Arab, karena tidak semua bangsa Arab pasti beragama Islam. Sebagian berpendapat bahwa Kebudayaan Islam tidak sama dengan Kebudayaan Arab, lagu religi Islam itu buat saya tidak selalu yang berirama padang pasir, berbahasa Arab, atau yang berlirik 'menyek-menyek'.

Lagu lagu yang saya kurasi berikut ini merupakan lagu yang akrab di telinga saya di waktu dan tempat yang berbeda. Lewat lagu lagu tersebut saya merasakan nuansa 'religius' yang membuat rohani bergetar. Jangan harap menemukan lagu-lagu religi rujukan Google seperti; Hadad Alwi, serta Opick. Karena ini adalah lagu-lagu 'religi' versi saya, teksnya pun ditafsir seenaknya sesuai isi kandungan rohani saya.

Semua teks termasuk di dalamnya lirik lagu, buku, novel, puisi, artikel koran, majalah, catatan harian, bahkan prasasti, hingga kitab suci adalah pesan-pesan tertulis yang berhak kita tafsir. Pakar semiotika, Roland Barthes dalam esainya 'The Death of The Author' memberi tahu bahwa ketika pengarang menulis karyanya, maka sebenarnya dia (pengarang) telah mati. Dia terpisah dari teksnya. Teks tersebut sekarang sudah bukan miliknya lagi. Pendek kata, ketika teks terlahir, maka pengarang telah tiada, dan digantikan oleh pembaca yang bebas menafsirkan teksnya. Pembacalah yang kemudian akan memaknai teks menurut pemahamannya masing-masing, menurut kepentingannya masing-masing pula. Nah cukup sudah mukadimah yang mulai rada rada kepanjangan ini, langsung saja ini dia 20 Lagu Religi yang (Tidak) Islami:

20. Hari Terakhir Peradaban - FSTVLST

Keliaran, sound yang kasar, lirik yang menusuk, hingga attitude yang ditawarkan FSTVLST memang menjadi tanggung jawab kelompok musik yang menjadikan Rock sebagai tunggangannya. Pada lagu ini Farid Stevy si pembuat lirik menuliskan frase seperti ‘Barbarian Bersorban’, ‘Gila belanja’, ‘Bangga berdosa’, ‘Cendikia pendusta’, dan sebagainya. Frase tersebut kemudian dirangkai seperti lagu karnaval yang isinya adalah dekadensi, sepertinya tidak sedang terjadi apa-apa, padahal kita sedang merayakan karnaval ‘kemunduran’.

Begitulah memang keadaan umat beragama mayoritas saat ini, banyak wanita menjadi budak atas kelaminnya, memeluk agama tanpa tuhan, dan ibadahnya adalah belanja. Sedangkan para lelakinya banyak yang menjadi sundal atas ambisi, memeluk agama tanpa tuhan, dan ibadahnya adalah berperang. Mendengarkan rintihan dalam lagu ini kerisauan saya bertambah, bagaimana cara memperbaiki keadaan umat akhir zaman yang sudah sedemikian kacaunya. Lagu ini adalah sebuah pecutan bagi para rohaniawan dalam membentengi umat dari para barbarian bersorban yang maniak perang lagi brilian dengan citra curian.

19. Entah Jadi Apa - Slank

Entah aku nanti jadi apa..?
Entah aku jadi apa saja (terserah)
Asal.. kecil disuka dan muda terkenal..
Tua kaya raya mati masuk surga.....



Kayaknya ini jadi keinginan banyak orang ya? Ketika lahir di dunia, kita belum mengenal Diri Sejati, keluarga lah yang kemudian memberi kita nama, untuk kepentingan identitas dan pengakuan administrasi akte kelahiran, KTP, dan sebagainya. Agar hidup merdeka dan tidak saling membohongi, manusia harus kembali mengenal dirinya. Setiap orang harus dididik untuk menyadari perannya dalam hidup ini. Surga dan neraka tidak bisa ditolak oleh manusia. Gak perlu nunggu mati untuk merasakan Surga, karena Surga di dunia adalah rasa bahagia, ketenangan, dan kesenangan batin. Sebaliknya rasa bingung, kalut, muak, risih, menderita itu adalah neraka di dunia.

18. Kau Dimana - Atik CB

Ini adalah lagu tentang kerinduan yang amat sangat. Bagaimana jika 'Kau' adalah kata ganti untuk Tuhan? Sebuah syair dari Abu Ali ats-Tsaqafy berbunyi: "Wahai yang tercekam rindu karena perpisahan panjang. Bersabarlah, siapa tahu esok engkau bertemu Sang Kekasih". An-Nashr Abadzy menyatakan, “Semua orang mempunyai tahap kerinduan. Namun tidak semuanya mengalami tahap gelora, dan siapa yang memasuki gelora itu, justru akan linglung,”

Jika Atiek CB bersenandung: "Kala Hati terpecah dua, Airmata terjatuh sudah.. Kau ada dimana ? Kau berada dimana ? maka Abu Utsman menuturkan, “Tanda rindu adalah mencintai kematian dengan hati yang ringan.”  

17. Aku tetap Aku - Gito Rollies

Di zaman kejayaannya sebagai bintang rock, Gito Rollies ialah sosok yang bengal, enerjik, dan sensasional, dan ini adalah lagunya para 'pemberontak'. Dengan lantang Sang Rocker berteriak kepada para pemuka agama "Sudah tutup saja semua khotbahmu, Kau berikan saja kepada anakmu, kepada cucumu, Sebab ini adalah kakiku, Kemana ku melangkah adalah kehendak diriku"


banyak orang yang merasa terancam keselamatannya oleh sekelompok orang yang merasa punya otoritas dalam memaksakan agama. Kelompok tersebut menganggap mereka yang berada diluar kelompoknya adalah 'kafir', 'sesat', dan makian makian tak pantas lainnya. Keimanan itu berdasar pilihan dengan kesadaran, bukan atas suatu tekanan. Sungguh tanpa paksaan, Sang Rocker beberapa tahun sebelum akhir hayatnya, kemudian justru berbalik menjadi seseorang yang taat beragama, dan mengisi hari-harinya dengan berdakwah. Saya sendiri pernah belajar langsung dengan beliau jaman kuliah dulu.. Gito Rollies adalah idola saya dunia akhirat. :p

16. Siti Jenar Cypher Drive - Homicide

Gak usah banyak deskripsi lagi, dari judulnya aja udah ketauan kalo ini adalah lagu rohani tingkat tinggi, dengerin aja sendiri. Puncak ekstasenya ada pada mantra: "ada adalah tiada dan kekosongan itu bernyawa. Bahwa ketidakberujungan semesta adalah kehampaan bernyala. Bagi mereka yang bernazar hidup tanpa hamba dan paduka"


15. Hio - Iwan Fals & Sawung Jabo (SWAMI)

Lagu ini sangat meditatif, jika terhanyut pada lirik dan musiknya bisa jadi membuat kita 'mabuk' seperti Rumi dan Tarian Darwisnya. Membaca liriknya kok sejalan ya dengan buku bacaan favorit saya, 'Menjadi Kekasih Allah' yang berisi tulisan ceramah Abdul Qodir Jaelani, syekh sufi, orang suci terbesar dalam Islam yang punya julukan Sulthonul Auliya, Quthubul Auliya’. Beberapa kali konser Sawung Jabo bersama Sirkus Barock, 'Hio' selalu menjadi tembang pamungkas menutup konser yang selalu dipenuhi penggemar fanatiknya yang datang dari berbagai lapisan masyarakat. "Aku tak mau bicara yang tentang aku sendiri tidak tahu, Aku tak mau mengerti kenapa orang saling mencaci. Aku mau sederhana, Mau baik baik saja, Aku tak mau mengingkari hati nurani"


Hati memang sering berubah-ubah, bolak-balik, maju-mundur dalam menerima kebaikan dan kejahatan, kebenaran dan kesalahan. Menurut saya pengertian bolak balik hati ini adalah penghadapan wajah yang terkadang terhadapkan pada-Nya, dan di saat yang lain, cenderung menghadap pada urusan dunia…. dan faktanya, seringkali kita terlena pada hal hal duniawi.

14. Perasaan - Koes Plus

Koes Plus adalah grup legendaris Indonesia, ratusan tembang lagu telah mereka luncurkan, sebagian besarnya dihafal luar kepala oleh penggemar musik lintas generasi. Ini adalah satu nomer favorit saya milik Koes Plus. Rajin berolahraga itu baik, namun berolahrasa jauh lebih baik. Dengan berolahrasa, manusia bisa mengontrol emosi, perasaan, dan hati agar bahagia meski dalam kondisi yang sulit, sakit, juga miskin. Beberapa orang bilang olah rasa itu seni.

13. Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan) - Seringai

Ini adalah tembang realitas umat akhir zaman, Arian13 berteriak lantang: Selamat datang di era kemunduran, pikiran tertutup jadi andalan. Praduga tumbuh tenteram, menghakimi sepihak, sebar ketakutan. Membakukan persepsi bukan jadi jawaban atau gagasan bijak.


Jika agama sudah dikaitkan dengan politik, maka pihak yang menang akan membuat aturan yang dipegangnya itu benar. Pihak yang kalah dinyatakan salah, yang gak sejalan dianggap kafir. Agama tak lagi menjadi jalan hidup, bukan jadi jalan damai bagi yang melaluinya. Ia hanya sebuah dogma yang dipaksakan pelaksanaannya dalam kehidupan.Pada akhirnya dengan pemaksaan tersebut kehidupan beragama hanya sebagai sebuah formalitas. Kalau ini terjadi, bukan ibadah yang subur namanya, melainkan upacara.

Ya, Mereka sedang bermain Tuhan. Merasa benar, menjajah nalar. Dan kalau kita membiarkan saja, anak kita berikutnya. Mari teriakkan "Individu, individu merdeka!".

12. Hidup Itu Indah Naif - Naif

Gak usah pake banyak deskripsi, mari dengarkan bareng-bareng sambil berdzikir: "Saat kau buka mata kita dilahirkan untuk sama. Saat kau telah dewasa kau akan mengerti semua Jalan hidup kita kan berbeda. Takdir itu telah ada sejak alam semesta tercipta, Segala suka dan duka 'kan menjadi sebuah cerita. Bagi anak cucu kita semua. Jalankanlah hidupmu yang indah. Jangan pernah kau berkeluh kesah, Walau kadang engkau lelah (hidup itu tetap indah)"

11. Cahayamu - Tony Q

Menyapa dan memuji Tuhan bisa dengan berbagai bahasa, sesuai dengan bahasa dan cara yang paling dekat dengan kita, jika itu dengan musik reggae, maka lakukanlah: "Langkah kaki tak lagi gontai, Cahayamu terangi gelap. Sisa murung pun terhapuskan. Ada getaran menyentuh kalbu".



10. Jalan Masih Panjang - 7 Bintang

Lirik musik rock Indonesia di era 80-an amat normatif dan moralis. Gak seperti di negara asalnya yang bercerita soal seks bebas, narkotika, dan hal-hal anti-norma lainnya. Di sini musik Rock bercerita soal, jangan menggunakan narkotika (Jarum Neraka), Sehat setelah bebas alkohol (Air Api), hingga anjuran agar tidak mencorat coret tembok (Tangan-Tangan Setan).. hmmmff. Tokoh-tokoh bintangnya antara lain, Ikang Fawzi, Gito Rollies, Nicky Astria, dan sebagainya. Nah, itu dari genre 'Rock', bagaimana dengan musik pop kreatif yang populer di zaman itu ? Dan mereka nyanyinya keroyokan, yah kayak gini jadinya.


9. Kuat Kita Bersinar – SID

Jika nafsu berkuasa sudah tertanam di dada, tak peduli dia itu pemuka agama, maka ia pasti lebih mementingkan perbedaan lahir daripada hidup damai bersama. Lebih mengutamakan kesatuan daripada persatuan. Lebih suka terhadap keseragaman daripada keberagaman. Sebagai manusia, semuanya sederajat, dan memiliki hak-hak yang sama, yang harus dihargai dan dihormati, baik yang menganut Islam dan yang tidak. Perbedaan derajat hanya terletak pada tingkat keimanan, dan  hanya Tuhan yang paling tahu. "Harus percaya tak ada yang sempurna dan dunia kembali tertawa". Cheers !



8. Kurnia Pesona - Fariz RM

Soal lirik dan musikalitas, semua mengakui bahwa Fariz RM telah mengungguli zamannya sendiri, dan lagu ini menjadi salah satu penandanya. Bahkan sebelum meninggal, pengamat musik Denny Sakrie mengunggah ucapan selamat ulang tahun untuk Fariz RM dalam blog pribadinya, 2 Januari 2015. Denny menuliskan kisah dan profil Fariz RM, dan sehari setalahnya sang maestro terpaksa ditahan kepolisian karena kepimilikan ganja. 
Ini menjadi tulisan terakhir Denny Sakrie > Fariz RM 


Dan semoga Om Fariz segera dibebaskan, Legalize It !

7. Live Upright - Ras Muhamad

Musik Reggae sangat erat hubungannya dengan spiritualitas Rastafari, suatu "jalan Kehidupan". Ada yang menyebutkan Rastafari adalah gerakan agama baru yang muncul dari agama Kristen, seperti halnya agama Kristen muncul dari Yudaisme. Bob Marley adalah Nabi kaum Rasta yang menyebarkan ajarannya ke seluruh dunia lewat musik reggae. Di Indonesia, Ras Muhamad menjadi yang terbaik dalam menerjemahkan kultur ini.

6. Bendera Kuning – Betrayer

Kematian adalah hal yang pasti dialami semua makhluk bernyawa. Kematian pasti terjadi, sebuah ayat suci berbunyi: “Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari dari padanya.” (QS. Qaaf:19)

Menurut tradisi sufi, keuntungan mengingat mati ialah mencegah kerakusan dan ketamakan terhadap duniawi. Melembutkan hati, membuat mata menangis, memberi semangat untuk mendalami agama dan menghapuskan keinginan hawa nafsu. Mungkin lewat lagu ini lah ada mantan personel Betrayer yang kini menjadi pendakwah agama yang paling aktif di antara barisan rocker yang ber'hijrah'.

"Kembali ke asalnya, Bendera kuning dengan jenazah ikut menangis bersama bunga kamboja tanah kuburan, Ingatkan aku pada azab-Nya".

5. Cahaya terang - Sheila on 7

Band kebanggaan Yogyakarta ini dikenal dengan 'Band Sejuta Copy'. Lagu-lagu mereka banyak bertemakan cinta, namun apik, ringan, puitis, tapi nggak murahan. Soal teks dibawah ini, silakan langsung tanyakan pada Sakti Ariseno, gitaris yang keluar dari Sheila On 7 pada 2006, Sakti kini berganti nama menjadi Salman Al Jugjawy.


"Ketika aku lihat cahaya terang
Aku dapat menemukan tujuan hidupku
Hilanglah sudah semua masa laluku
Akan kulewati semua dengan hal yang baru
Aku takkan bisa hidup tanpa dirinya
Aku takkan mampu hidup tanpa sentuhannya
Mampu hidup tanpa sentuhannya"

4. JHF - Ngelmu Pring 

Jogja Hiphop Foundation merilis album berbentuk buku yang berjudul 'Semar Mesem Romo Mendem'; the Book of Sindhunata. Album ini merupakan kumpulan puisi Sindhunata, seorang Romo Katolik yang nyambi jadi aktivis seni-budaya. 'Ngelmu Pring' bercerita tentang pengupasan diri. Bambu memang banyak manfaatnya bagi manusia, dan sifatnya bisa dicontoh oleh manusia. 

'Ngelmu Pring' membahas bagaimana seharusnya manusia itu bersikap dan selalu 'ingat'. Ingat terhadap dirinya, sesamanya, kematiannya, dan ingat Tuhannya. Jadilah seperti bambu, tidak punya apa-apa, namun bisa menjadi apa saja.
]
3. Kosong - Pure Saturday

Pure Saturday adalah pembuka jalan. Album pertamanya dan lagu ini adalah pionir pergerakan musik indie tanah air. Temukan diri di dalam dunia, Tak terkira... Semua mati dan menghilang. Terlalu pagi temukan arti.... dua personelnya secara tiba-tiba, si kembar gitaris dan drummer Adhitya Adhi Nugraha (Adhi) dan Yudhistira Ardi Nugraha (Udhi) menyatakan keluar dari band karena ingin mendalami agama. 


2. Mati Suri – Rumahsakit

Mati suri merupakan sebuah fenomena yang unik. Bagaimana bisa orang yang sudah mati dapat hidup kembali. Hal itu bisa jadi berada diluar logika manusia. Band ini menjadi favorit saya saat beranjak 'setengah tua' (jika tak mau disebut dewasa, :p). Hampir setiap akhir pekan saya mendatangi pertunjukan mereka. Bahkan saat pesta rilis album kedua mereka 'nol derajat' dimana lagu ini terdapat di dalamnya, saya nyaris 'mati suri' karena kebanyakan mengonsumsi sesuatu. 

Kini sepeninggal Andri LMS, rumahsakit tetap berjalan, dan menelurkan album. Kini Andri aktif berdakwah bersama Ex musisi yang tergabung dalam The Strangers Al Ghuroba, mereka antara lain: Alfi Chaniago (ex. The Upstairs), Madmor (Ex. Purgatory), Fani (Ex. Innocenti), Reda Samudera (Ex. Speaker First), Agus Sasongko (Ex. MEdia Distorsi), dan lainnya.

1.Suci Dalam Debu - Iklim

Percayalah...ini lagu amat sangat paling sufistik di zamannya. Dalam tataran syariat Islam, debu adalah suci dan mensucikan, jika hendak salat namun tidak ditemui air untuk berwudhu, maka debu dapat menggantikannya. Saleem Iklim kisah hidupnya pun menarik, mabuk2an, narkotika, penjara, keluar, dituduh membunuh seorang polisi lokal malaysia, penjara, dan akhirnya tobat. Kini ia aktif di berdakwah syiar Islam, dan masih bermain musik. Beberapa tahun lalu merilis album solo berjudul 'Maaf'. Sebagaimana judulnya, single 'Maaf' berkisah tentang pertobatan dari masa lalunya yang awur-awuran.


'Suci Dalam Debu' berbicara cinta di tahapan hakikat, dan makrifat. Mari kita selami dan pahami makna lirik di bawah ini sesuai interpretasi dan tingkat keimanan masing-masing: 

"Suatu hari nanti, Pastikan bercahaya, Pintu akan terbuka, Kita langkah bersama.
Di situ kita lihat, Bersinarlah hakikat, Debu jadi permata, Hina jadi mulia'
Bukan khayalan yang aku berikan, Tapi keyakinan yang nyata.
Kerana cinta lautan berapi, Pasti akan kurenang jua"

Dalam kacamata para sufi, cinta merupakan suatu konsep yang sulit dipahami. Ibnu Arabi menjelaskan, jika ada orang mengaku bahwa ia dapat mendefinisikan cinta, maka dapat dipastikan bahwa sesungguhnya ia belum mengenal apa itu arti cinta sejati. Saking dahsyatnya, dalam dunia para sufi ada istilah “Tiada Tuhan Selain Cinta”.







You may also like

No comments:

#Copyleft: Silakan Membajak Sebagian atau Keseluruhan Teks dan Foto yang ada di kikipea.com. Powered by Blogger.
Featured