Ya Kami Akan Menikah, dan Kalian Semua Diundang !

/
14 Comments

AWALNYA pada nggak percaya ini terjadi, bahkan banyak di kalangan kawan dekat yang kaget dengernya. Jangankan kalian, kami aja kaget dan sulit percaya... hahaha... Iya, rencana pernikahan ini sudah kami pikir masak-masak sejak Januari 2015 lalu, tepatnya saat perayaan Ulang Tahun Raja Rock & Roll Elvis Presley. (hehe.. faktual). Pernikahan adalah sebuah persekutuan, dimana dua hati menjadi satu. Pernikahan juga merupakan perjalanan dari sebuah penjelajahan.....dan...bla..bla..bla... Klise memang, dan kalau dilanjutkan (untuk orang seperti saya) bisa muak sendiri bacanya. Tapi begitulah kenyataan, saya menyadari kalau menikah adalah sebuah keputusan yang besar dalam menjalani roda roda kehidupan bersama dalam satu atap. 


Nah, lewat tulisan terbuka ini, kami ingin mengundang teman-teman, rekan, kerabat, saudara/i untuk menghadiri prosesi pernikahan saya dengan perempuan 'terpilih' bernama Dwi Listyowening (Liz). Ada pun akad nikah bakal bertempat di kediaman orangtua Liz, Bapak Djoko Mulyono, Krajan RT 02 RW 01 Pakis Baru, Nawangan, Pacitan, Jawa Timur pada Selasa, 15 September 2015 pukul 15.00 WIB. Resepsi digelar esok harinya Rabu, 16 September 2015 pukul 13.00. Jika kawan-kawan di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Surabaya, dan sebagainya ada yang berkenan datang, (fyi) lokasi ini berdekatan dengan Monumen Jendral Sudirman, Pacitan.

Buat teman-teman di perkotaan, lokasi pernikahan kami juga bisa dijadikan kesempatan untuk piknik, udara di sana amat segar karena terletak di daerah pegungungan dan berbukit. Pemandangan alam juga sangat indah. Pohon-pohon di sekitar perbukitan tampak hijau dan tumbuh dengan subur. Di beberapa jalan, tampak pula aliran sungai yang bening, dengan batu-batu besar tampak menghiasi sungai... (Mooi Indie mode on). Perlu dicatat juga, bagi yang suka 'akik' jangan ditanya lagi, batu akik Pacitan sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu, apalagi jadi semakin populer dengan ditemukannya batuan Kalsedon (wkwkwkwk)  Video NAWANGAN PACITAN

Kami juga memaklumi jika misal nanti kawan-kawan, kerabat, dan handai taulan banyak yang berhalangan hadir. Karena selain lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota Pacitan, waktu pernikahan kami juga bukan di hari libur akhir pekan bagi kaum kelas pekerja pada umumnya. Namun apa daya, seolah tunduk pada adat dan kepercayaan leluhur, juga (bisa jadi) akad di tanggal tersebut sudah ditulis di Lauhul Mahfudz (buku catatan takdir). Karena itu kami tak kuasa mengelak atas penentuan tanggal ini. 

Ada pun soal undangan cetak, kami tidak banyak memproduksinya. Bukan hanya karena 'irit-irit', tapi juga karena jarak dan waktu yang cukup sulit untuk mengantarnya satu-persatu. Undangan hanya kami kirimkan kepada 'para sepuh' dan orang-orang yang kami tuakan, nah, jika nanti ada kawan-kawan yang kami kirimkan undangan, bersyukurlah, karena kami anggap sudah sepuh.. (hahaha). Tapi tanpa mengurangi rasa hormat, lewat tulisan ini kami mengundang secara resmi kepada kawan-kawan dan kerabat semua yang berkenan untuk menghadiri akad nikah dan resepsi pernikahan kami.



Banyak orang bilang kalau pernikahan artinya berkomunikasi secara jujur dan terbuka. Ia bersedia membuka hati dan berbagi pemikiran terdalam dengan rendah hati. Selama delapan bulan kami menjalani hubungan jarak jauh dan mungkin hanya sepuluh kali pertemuan hingga hari pernikahan nanti. Hal ini tentu saja karena kami ingin meminimalisir kegiatan yang mendekati zina.. (hahaha..). Pada 15 Mei 2015 lalu, di Pacitan, kami sudah melakukan prosesi lamaran, dan kedua pihak keluarga bersepakat menentukan tanggal pernikahan.



Lewat tulisan ini kami juga mohon doa dan restu serta keikhlasan kepada pihak-pihak yang (mungkin) merasa kehilangan. Kepada rekan rekan tempat Liz bekerja sebelumnya, Studio Tiga13elas Photography Jakarta, kami mohon maaf, karena setelah menikah kami akan tinggal dan bekerja di Yogyakarta. Kepada teman-teman band Kiki & The Klan, saya mohon maaf karena tidak bisa menjalani show di Balikpapan, Kalimantan. Juga kepada semua yang pernah 'dekat' dengan saya dan Liz, kami mohon doa restu dan keikhlasannya untuk perkara ini. Ingat, sebagaimana kematian mengejar kita, dan kelahiran memaksa kita hadir di bumi ini, begitu jugalah rezeki dan jodoh... ia akan mengejar kita, dan nggak akan mungkin meleset..(eciyeeeh...) 


Usia 33 adalah masa yang tepat bagi saya untuk memutuskan menikah. Sebab sebagai fans berat Isa Al Masih hanya ada dua kemungkinan yang dilalui pada usia ini, naik ke langit, atau menikah. Menurut tradisi yang saya percaya, Isa Al Masih naik ke Langit pada usia ini, dan kelak akan kembali ke dunia pada usia yang sama, kemudian beliau menikah. (ini serius,,,, maklum menyangkut ideologi :p)

Ada yang bilang kalau pernikahan itu harus ada rasa humor. Bisa merasa rileks bersama, Bisa saling menikmati sebagai dua insan yang sebelumnya hidup di tempat yang berbeda, kultur dan budaya yang berbeda, bahkan mungkin dua insan yang memiliki cara pandang dan berpikir yang berbeda pula. Saya sangat berbeda dengan Liz karena lebih menyukai Old School Rock & Roll seperti Elvis Presley, Gene Vincent dan sejenisnya, sedangkan Liz lebih menyukai band-band New School seperti Blondie, hingga Sepultura. Namun yang perlu diamini ialah bahwasannya kami sama-sama suka 'ROCK' ! (hehehe).


SAMPAI JUMPA DI PACITAN 15 SEPTEMBER 2015 !!!!



foto: niki yusuf saputra
retouch: adrian 'ting ting' pratama


You may also like

14 comments:

  1. Oy!!!!! pas tanggal aku diluar negri - pulang tgl 19!!! Uwallllah. berarti gga bisa datang... Sori nak. Tapi you know i am happy for you! Wishing you both lots of fun and happiness.

    <3
    Laine alias Mamih

    ReplyDelete
    Replies
    1. uuuuuuuhhhhhh,,,,,,, ;(

      gapapa mih, kita tetap bisa dan selalu Rock & Roll !

      Delete
  2. Wanjiiiiiiiiiiiiiir aku terharu banget :')

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. woow,,,, superkool.. aku bakal terharu bro,,, ! CG kesayangan hahaa

      Delete
  4. Selamat pe.. Semoga menjadi pernikahan yang di ridhoi awet sampai kakek nenek.. Amin

    ReplyDelete
  5. Selamat pe. Semoga segalanya lancar dan dimudahkan. Ombak akan selalu ada, tapi yang dibutuhkan adalah seorang kapten kapal yang mampu membaca keadaan dan mengambil keputusan yang tepat. Selamat!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuiiih bahasanya mencerminkan pengalamannya... hahhaaa.... thx dude

      Delete
  6. Selamat menjalani kehidupan baru bang.
    Salam untuk Embak Liz

    ReplyDelete

#Copyleft: Silakan Membajak Sebagian atau Keseluruhan Teks dan Foto yang ada di kikipea.com. Powered by Blogger.
Featured