Kiki & The Klan (KKK): Rockabilly 90% Styles, 10% Skills

/
0 Comments

KKK is a party-set band, Orkes Rockabilly berbahaya, yang siap mengajak Anda berdansa, sambil tersenyum bahagia. Musik mereka enak didengar, tampilan mereka sedap dipandang. Mendengarkan mereka adalah bercengkerama dengan musik 'ngak-ngik-ngok' yang dilarang Orde Lama, tapi dengan isian serta sikap yang hampir pasti diberangus Orde Baru. Itu semua menjadikan mereka sebagai anomali yang pantas untuk dinikmati. -M.Fikrie/Jurnalis-


******

Kiki Pea sehari-harinya bekerja sebagai jurnalis swasta di surat kabar lokal Yogyakarta. Karena keseringan nonton pertunjukkan musik, ia berpikir untuk mendirikan bandnya sendiri. Dari banyaknya jenis genre musik yang dilahapnya, kebetulan satu-satunya musik yang bisa ia mainkan adalah musik 'ngak ngik ngok' (tiga jurus alias three chord rock n' roll). Musik yang biasa dikenal dengan sebutan Rockabilly ini memang jadi kesukaannya sejak tiga turunan. Tembang-tembang milik Hank Williams, Elvis Presley, Ricky Nelson dan Johnny Cash sudah sangat akrab ditelinga Kiki sejak ia mulai bisa mengenal apa itu yang disebut nada. 



2010 lalu, Kiki hijrah dari Jakarta ke Yogyakarta, kota yang memang ingin dijamahnya sejak lama. Setahun setelah bermukim di Yogyakarta, ia berkenalan dengan Rockin' Spades, yang dianggapnya sebagai lembaga nirlaba yang menaungi para penggemar musik dan subkultur Rockabilly ini. Pada awal 2012 lalu, Kiki memutuskan untuk membuat band sendiri. Nama Kiki & The Klan (KKK) kemudian keluar sebagai pilihan pertama dan terakhir. 

Pemilihan nama Kiki & The Klan yang terkadang disingkat KKK ini jelas tidak ada hubungan sama sekali dengan organisasi fasis rasis terkutuk di Amerika itu (baca: Ku Klux Klan). adapun penggunaan pernak pernik dan bendera 'Rebel' juga tidak ada hubungan dengan sejarah perbudakan di Amerika. Bendera tersebut (yang dikenal dengan Confederate Flag) memang identik digunakan musisi Rockabilly/ Country di Amerika Serikat bagian Selatan. Seorang teman yang sering ke Amerika pun membawakan oleh-oleh tersebut kepada band ini.






Para musisi yang terlibat di proyek ini yang diutamakan dan dikedepankan adalah style ketimbang skill. Mereka memang sengaja dibajak dari band-band asuhan Rockin' Spades. Setelah beberapa kali bongkar pasang personel, Kini KKK ialah Kiki Pea (vokal),  Okky Obbow (Gitar) , Mahadhana Dira (Bass), Bravandy (Piano), Jojo Desperados (Drum). Di beberapa kesempatan mereka juga kerap dibantu oleh beberapa musisi yakni; Rika Fadhila (Saxophone), Yoga (biola), Anas (Trompet), Rangga (gitar), beberapa nama yang pernah singgah di band ini di antaranya, Meynael, Alda Danger, Laurentius Kaboel (gitar), Chatra K, Wredha Laras (Drums), Valentius Nagata (Bass), Gita Negara (saxophone).

Gigs demi gigs KKK sambangi dengan tembang-tembang milik Elvis Presley, Johnny Cash, Carl Perkins, Buddy Holly dan sederet musisi yang menghebohkan jagad musik era 1950-an. nama-nama musisi seperti, Bob Dylan, Hank Williams, Tom Waits, Iggy Pop, Gene Vincent, Hank Williams III, Mike Ness, The Clash, Social Distortion, Deddy Stanzah, dan Stray Cats tentunya nggak lepas dari permainan audio, visual, dan performance yang dihasilkan. 




Uniknya KKK telah main diberbagai gigs dan kesempatan, mulai dari acara pembukaan pameran seni rupa, otomotif, peluncuran buku, pesta sekolahan, ditanggap perusahaan, acara tattoo, stand up comedy, hingga diundang di kantor kementerian negara, dan pesta meriah lainnya. Ini merupakan uniknya musik Rockabilly, mampu merasuk berbagai kalangan. Kiki Pea berkata bahwa proyek ini sejatinya adalah kegiatan menghambur-hamburkan uang tabungannya. "Kami datang untuk menghidupi Rock N Roll, bukan hidup dari Rock N' Roll, jangan takut miskin lah karena Rock N Roll," ujarnya sedikit angkuh.



Dua single sudah ditelurkan band ini di dua album kompilasi berbeda. 'Tiger & Butterfly' dirilis bersama Soundbox Factory Compilation, dan videoklipnya dikerjakan oleh X-Code Films. Single kedua 'You're My Thunder' dirilis 2015 lalu bersama Kustomfest: Indonesian Rockabilly Compilation. Kini band ini sedang berusaha keras sekuat tenaga untuk memproduksi karya-karya olahan sendiri yang pastinya beradaptasi dengan kultur Indo Rock. Semoga band ini nggak berumur panjang, apalagi bisa terkenal dan jadi legenda, karena dalam sejarahnya, belum ada musisi rock yang matinya Moksa... 


Twitter & Instagram: @KikiTheKlan 

BACA JUGA:




You may also like

No comments:

#Copyleft: Silakan Membajak Sebagian atau Keseluruhan Teks dan Foto yang ada di kikipea.com. Powered by Blogger.
Featured