Band Tanpa Vokalis

/
0 Comments
Paska meninggalnya Jim Morrison, sisa personel The Doors masih sempat menelurkan dua album studio tanpa Jim. dan tentu saja, album tersebut anjlok dipasaran. Memang sulit bagi sebuah band rock untuk bernafas setelah ditinggal vokalisnya. Apalagi jika vokalis tersebut memiliki kharisma yang melampaui para personel lainnya. Coba kita lihat, nggak banyak band besar yang bisa melanjutkan kesuksesan mereka kecuali mungkin; AC/DC, Deep Purple, dan Van Halen.


Untuk beberapa kali Ray Manzarek mencoba 'menghidupkan' kembali sosok Jim lewat penyanyi muda saat itu yang gak kalah brutalnya. Satu di antaranya Iggy Pop. Wajar saja, pemuda bernama James Newell Osterberg, Jr pun bisa menjelma menjadi monster bernama Iggy Pop setelah menyaksikan konser The Doors akhir 60an. The Doors, terutama sosok Jim Morrison memiliki andil besar dalam keputusan James Jr menjadi seorang rocker penuh sensasi. Namun usaha Ray tersebut tampaknya nggak berhasil, padahal Iggy Pop saat itu udah dikenal sebagai tonggak awal lahirnya Punk Rock!

Iggy Pop

Ray Manzarek bareng Iggy Pop di Whiskey A Go Go, 1974.

Paska kepergian Jim Morrison ke alam baka pada 1971, dan puluhan tahun kemudian, sisa personel The Doors saling mengajukan somasi dan kasusnya dibawa hingga ke meja hijau. konflik tak terhidarkan, Sebagaimana kasus Mario Teguh vs Kiswinar. Mereka bertiga masing-masing meyakini sedang memperjuangkan nilai dan kehormatan band yang berdiri sejak 1965 tersebut. Persetan dengan nilai dan kehormatan, sebenarnya mereka merebutkan lahan bisnis, The Doors adalah komoditas! 

lucunya lagi pada perayaan 40 tahun The Doors. Mereka telah menjadi tiga kubu dan menggelar konser di tiga tempat berbeda, masing masing merasa merekalah pemilik nama 'The Doors'.

konflik teruuus sampe tua! 


Hingga meninggalnya pada 2013 lalu, Ray Manzarek (tengah) mungkin bingung, kira kira waktu sesi foto di atas, orang yang bisa gantiin mendiang Jim Morrison itu yang kiri apa kanan. Yang kanan sudah kita bahas sebelumnya, nah yang kiri itu Vincent Furnier alias Alice Cooper kalo lagi nggak dandan, kalo lagi gak ada panggilan maen ludruk, debus, jathilan. (baca: Shock Rock). Terlepas siapa yang diajak om Ray. Menurut gue kedua Rocker tersebut punya kesamaan karakter, bukan jenis musiknya yaa, tapi bisa jadi pilihan mereka sebagai solois.

Kalo pun Iggy sempat punya band bernama The Stooges yang telah merilis setidaknya tiga album legendaris di awal 70an, namun para pengiringnya Dave Alexander (bass guitar), Ron Asheton (guitar, vocals), Scott Asheton (drums) ya gak lebih benderang dari front man-nya.Kenapa? karena seorang Alice atau Iggy mungkin nggak pernah mumet untuk memutuskan manggung dengan siapa, nggak ribet harus rapat sama band, mereka bebas aja mau maenin lagu karangan siapa dengan gaya apa aja.

Rock OK, Disko OK! 
Distorsi Boleh, Balada juga Gak masalah!

Jadi sekiranya kalo ada anak band yang nggak bisa nyanyi, pengen buat band, tapi nggak mau kalah tenar dari vokalisnya, mending bikin band instrumental aja, Surf Rock itu keren looh, gak pake banyak nyanyi, tinggal.. "hap..hap.... yaaaa!!" Hokyaaa...!"

Begitu juga kalo ada yang mau jadi vokalis, tapi punya selera musik, dandanan, sampe jenis selera 'boti' yang berubah ubah, maka pilihlah jalur Solo, jangan Jogja. Karena meskipun sama sama warisan Mataram, tapi jeroannya tetep beda. hahahaa :)) (*)







You may also like

No comments:

#Copyleft: Silakan Membajak Sebagian atau Keseluruhan Teks dan Foto yang ada di kikipea.com. Powered by Blogger.
Featured