Terberkatilah God Bless!!

/
0 Comments
Sabtu malam, 8 Oktober 2016 pecinta musik rock segala usia tumpah ruah di Jogja Expo Center. Yes, pada hari pertama gelaran Kustomfest 2016, pihak penyelenggara mengundang legenda musik rock Indonesia, God Bless. Di panggung utama Ahmad Albar dkk tampil lebih dari satu jam. Di atas aspal yang sempat basah karena hujan lebat membasahi lapangan, para penonton, termasuk juga saya.tersihir oleh penampilan rocker yang bisa dikatakan sudah tidak muda lagi.

hantam kiri kanan persetan, penting tahta bertabur intan, lagu kematian, lantang dan bergema

tunggu kutarik nafasku, kubasuh dulu wajah ini (cepat lari) hei hei tunggu dulu (cepat lari)
Salah satu bentuk sihirnya ialah, ketika para personel God Bless berteriak: "Ayo semua angkat tangan di atas!!" saya pun manut mengikuti seruan mereka, tanpa sadar beberapa kali, tangan saya berada di udara bergoyang mengikuti irama yang mereka hentakkan.
Mungkin selama ini cuma Achmad Albar dkk yang bisa membius saya dalam konser musik. Jarang jarang nih, Band lain mah belom tentu! :p

Malam itu rasa senang, haru, sedih, liar, nakal, peka, digabung jadi satu. Mungkin dalam sejarah hidup saya, baru ini nonton konser rock sampe nyaris 'nangis'. Bayangin aja lagu lagu macam; 'Syair Kehidupan', 'Panggung Sandiwara', dan 'Bis Kota' yang sudah saya dengar, dan hapal dari kecil kini masih dimainkan oleh penyanyi aslinya. Tembang-tembang rock yang selalu saya jogetin sambil headbang-in selagi masih bocah ingusan tersebut masih diteriakkan dengan prima oleh band aslinya, parahnya mereka ada persis di depan mata saya. Jaraknya hanya beberapa jengkal!

masih aku bertahan, walau engkau paksakan. sampai batas waktu, keadilan datang!
di pucuk cemara aku merenung, kujilat angkas. aku ciumi .. matahari 

Setiap mata terpejam, seketika langsung teringat detail-detail masa kecil, detail banget pokoknya, bagaimana saya dengan hanya bercelana kancut melakukan 'air guitar' dengan sapu ijuk, berlagak di atas panggung, padahal cuma di kursi ruang tamu, bernyanyi menggunakan benda apa saja yang mirip microphone, dan diberi tepuk tangan meriah oleh keluarga yang melihat. Saat itu mungkin saya hanya bocah berusia empat atau lima tahun.
Belum lagi detail adegan ketika saling menjulurkan ketiak ke sesama teman sekolah, sambil bernyanyi, berteriak bersama: "Bercampur dengan peluh semua orang (jengjeng,,jengjejeng "air guitar') ...dan bermacam aroma, bikin kupusing kepala!!!!!"

Beberapa saat mata terbuka, God Bless ada di depan mata, masih sehat walafiat, gagah, dan gahar!!! saya terharu. Hal-hal detail masa silam tersebut mungkin sudah tak pernah lagi terbayangkan, meski saya masih kerap memutar album-album mereka, aah mungkin saya yang terlalu larut dan amat sentimental.



Darah muda menyala, panas bagai bara, ingin rebut dunia.. Kebebasan.. Wo'o'ow Rawrrr!!
Hamparan..kisah hidup dan perih rasa..Alunan..getar jiwa ke ujung jari.
Pada tahun kelimanya ini, gelaran Kustomfest mengangkat tema Reborn Legend, yang juga menjadi reuni para legenda dunia kustom Indonesia. Menurut Director Kustomfest Lulut Wahyudi, tampilnya Achmad Albar dkk di Kustomfest tahun ini ialah untuk ‘sharing passion’. Bagaimana band rock yang sudah 43 tahun berdiri ini telah malang melintang di blantika musik ini bisa ditampilkan di depan anak anak muda penggemar kustom kultur. 

Lulut bercerita bahwa awalnya cukup sulit untuk mengundang band legendaris tersebut, karena rencananya pada Oktober ini band pembuka konser Deep Purple tahun 1975 ini juga bakal merilis album terbaru. Namun setelah beberapa kali melakukan kunjungan ke Jakarta dan memberikan presentasi, akhirnya para rocker gaek ini memutuskan untuk terbang ke Jogja. Selain penampilan band legendaris Indonesia God Bless, panggung musik juga diramaikan oleh Ras Muhamad, The Sleting Down, Down For Life, Suicidal Sinatra, Alterego, Zues, Rockin Spades Rockabilly Club, dan lebih dari 25 band lainnya.



Semut-semut hitam yang berjalan, Melintasi segala rintangan, Satu semboyan di dalam tujuan, Cari makan lalu pulang

With Mr 60s Round The Clock



Hal mengagumkan lainnya adalah akhirnya saya bisa ketemu dan ngobrol sama Abadi Soesman, kibordis Godbless inilah yang setidaknya 'nyekokin' saya musik-musik rock 50s-60s. Ceritanya dulu sejak SMP hingga mau lulus SMA, setiap Senin malem saya nyaris nggak pernah absen, dan selalu khusyuk pantengin acara 60s Round The Clock yang diasuh beliau. Program tersebut mengudara di Radio Trijaya FM Jakarta, sejak tahun 1991 sampe 1999.

Dulu itu kalau denger radio sampai mencatat apa yang dijelaskan dan diceritakan penyiarnya. Bahkan seringkali saya merekam siaran beliau pakai kaset bekas (biasanya dengan aksi meniban kaset lagu-lagu pop Minang koleksi nenek saya.. wkwkk)

Dari siaran Om Abadi inilah saya mencatat nama-nama musisi Rock mulai dari British Invasion, Flower Generation, Garage Rock, Rhythm and Blues, Rockabilly, Surf Rock, dan sekitarnya, besok harinya usai mendengarkan siaran radio yang mengudara mulai jam 9 sampai 12 malam itu, saya berburu referensi musik tersebut ke toko kaset dari kawasan Mahakam hingga Melawai.

Sayangnya zaman sekarang, kegiatan macam itu pastinya sudah burem, kini semua jadi mudah, murah, dan instan, cukup hanya lewat segenggam Smartphone, maka kamu bisa mendengar musik apa saja yang kamu mau, lengkap dengan biografi musisinya.

Masa analog ialah masa yang menyenangkan, terimakasih Om Abadi Soesman, Semoga Sehat Selalu....



"Suatu ketika pada mata pelajaran agama di sekolah, tampak dua murid yang duduk paling depan sedang khusyuk berdoa. (meski entah apa yang sedang mereka minta pada Tuhan)

Dua murid di sebelah kanan tampak cengengesan melihat oknum guru sedang menerangkan isi kitab suci.

Sedangkan dua murid yang paling belakang justru tidak peduli apa yang sedang diterangkan guru mereka : All they need is a Rock & Roll Weekend!" God Bless, God Bless... Terberkatilah!!

Foto Panggung oleh Kiki Pea




You may also like

No comments:

#Copyleft: Silakan Membajak Sebagian atau Keseluruhan Teks dan Foto yang ada di kikipea.com. Powered by Blogger.
Featured