Komik Komuk: Untuk Mereka Yang Tergusur dan Terpinggirkan

/
1 Comments
Daerah Istimewa Yogyakarta bisa jadi merupakan Provinsi dengan bentuk lahan yang paling lengkap se-dunia. Di sebelah utara terdapat gunung api Merapi, di selatan ada penampakan pegunungan karst Gunung Kidul, beberapa sungai besar, pegunungan lipatan di Imogiri, hingga luasnya pesisir pantai selatan, lengkap dengan keanekaragaman biota laut di sekitarnya. Tidak hanya itu, di selatan Provinsi ini terdapat fenomena kepesisiran yang menakjubkan, yakni Gumuk Pasir di Parangkusumo. Fenomena ini hanya ada dua di dunia yaitu di Meksiko dan di Jogja.
Tapi jangan dikira tempat ini tidak berpenghuni, Rabu (14/12/2016) kemarin pemerintah menetapkan batas maksimal warga untuk membongkar sendiri bangunannya. Jika tetap menolak, pada hari itu pembongkaran paksa dilaksanakan petugas pemerintah. Seperti yang dikutip dari Tribun Jogja, sebelumnya Pemkab telah melakukan sejumlah pendekatan ke warga terdampak, termasuk berdialog langsung dengan mereka.
Kini setelah penggusuran, banyak warga di zona inti Gumuk Pasir yang memutuskan untuk bertahan, dengan cara mendirikan tenda-tenda ala kadarnya. Mereka nekat tetap menempati lahan bekas gusuran, dan lebih memilih mencari sebagian barang berharga di puing-puing bangunan yang sudah porak poranda.
Langkah itu diambil warga karena mereka tak memiliki tempat lain, selain lahan di bekas gusuran di Gumuk Pasir, sebab itu mau tidak mau warga memutuskan bertahan. Warga merasa telah dikhianati pemerintah, karena sebelumnya pemerintah telah berjanji tidak akan menyengsarakan warga. Dengan berjanji, jika penggusuran dilakukan setelah adanya kesepakatan atau musyawarah antara warga dengan pemerintah. (Tribun Jogja)
Penggusuran bangunan secara paksa menggunakan alat berat di zona inti Gumuk Pasir, yang dilakukan Pemkab Bantul Rabu (14/12/2016), dinilai LBH Yogyakarta jelas-jelas melanggar HAM. Buktinya penggusuran paksa tersebut dilakukan aparat pemerintah menggunakan alat berat, yang sangat tidak memanusiakan warga terdampak. Selain itu dalam penggusuran kemarin juga terdapat warga terdampak yang pingsan, berteriak, dan menangis saat melihat bangunan miliknya digusur aparat. (Tribun Jogja)
Di pinggiran, di pesisir, warga tergusur, di tengah kota? Ya, mari kita nikmati!












You may also like

1 comment:

  1. This place is stunning. The architecture is beautiful and the decoration is spectacular. Environment was transparent and resonant and warm and immediate. I loved these venues in NYC and my experience here was very exciting.

    ReplyDelete

#Copyleft: Silakan Membajak Sebagian atau Keseluruhan Teks dan Foto yang ada di kikipea.com. Powered by Blogger.
Featured